logo sma majapahit 1 trowulan mojokerto

Posted: 5th June 2013 by subijakto in Uncategorized
Comments Off

logo stikes dian husada mojokerto

Posted: 25th February 2013 by subijakto in Uncategorized
Comments Off
Comments Off

CARA MEMBUAT BEDA NOMOR HALAMAN DAN BEDA POSISI HALAMAN KTI / SKRIPSI

Contoh :

Urutan Halaman :

Caver luar

Caver dalam

Lembar pengesahan

Lembar pernyataan

Motto

Semboyan

Kata pengantar

Abstrak

Daftar isi

Daftar tabel

Daftar gambar

Singkatan

Symbol & Lambang dan seterusnya

Bab 1 dan seterusnya

Bab 2 dan seterusnya

Bab 3 dan seterusnya

Bab 4 dan seterusnya

Bab 5 dan seterusnya

Daftar pustaka

Lampiran  dan seterusnya

LANGKAH PERTAMA :

Lihat urutan sudah sesuai dengan daftar isi apa belum # SESUAI #

Dimulai dari CAVER DALAM taruh krusor di depan huruf paling awal halaman caver dalam terus kamu > klik page layout kamu > klik lagi breaks pilih next page klik

Lakukan juga pada awal bab :

bab 1,

bab 2,

bab 3 dan seterusnya

daftar pustaka dan seterusnya

lampiran – lampiran dst

( depan huruf awal halaman )

PEMBERIAN HURUF ROMAWI

Arahkan kursor pada page caver dalam depan huruf awal > klik insert > page numbers > format page number start at isi 1 > number format pilih romawi > OKE. klik lagi page number pilih top / bottom posisi nomor terserah terus CLOSE HEADER/ FOOTER.

Untuk menghilangkan halaman pada caver depan klik 2x pada nomor halaman kamu centang differenst fist page  > CLOSE HEADER/ FOOTER.

UNTUK HALAMAN ANGKA :

MULAI BAB 1 Dst.

Klik 2x pada nomor halaman > klik Link to Previous sampai tidak berwarna kuning > hapus nomor halaman > klik go to header > klik Link to Previous sampai tidak berwarna kuning > klik CLOSE HEADER/ FOOTER.

Klik awal bab 1 klik insert > page numbers > format page number start at isi 1 > number format pilih angka, > OKE > klik lagi page number pilih top / bottom posisi nomor terserah terus > klik CLOSE HEADER/ FOOTER.

UNTUK MENGGANTI POSISI ANGKA HALAMAN DI SETIAP AWAL BAB MENJADI DI HEADER / FOOTER :

Untuk BAB 1 :

Klik 2x nomor halaman yang akan di pindah posisi > centang differenst fist page  > klik Link to Previous sampai tidak berwarna kuning > klik go to footer > klik Link to Previous sampai tidak berwarna kuning  > klik insert alignment > pilih posisi margin kalau sudah sesuai keinginan langsung klik OKE > ketik nomor yang dikehendaki ( nomor halaman ) > klik CLOSE HEADER/ FOOTER.

UNTUK BAB  BERIKUTNYA  DAFTAR PUSTAKA, LAMPIRAN  :

Klik 2x nomor halaman yang akan di pindah posisi, klik Link to Previous sampai tidak berwarna kuning > centang differenst fist page  > klik Link to Previous sampai tidak berwarna kuning > klik go to footer > klik Link to Previous sampai tidak berwarna kuning > klik insert alignment > pilih posisi margin kalau sudah sesuai keinginan langsung klik OKE > ketik nomor yang dikehendaki ( nomor halaman ) > ( atau nggak usah klik insert alignment langsung ganti nomor halaman yang ada ) klik CLOSE HEADER/ FOOTER.

 

Perkembangan Janin

Posted: 4th May 2012 by subijakto in Uncategorized
Comments Off
PERKEMBANGAN JANIN DARI MINGGU KE MINGGU


Minggu ke-1 :

Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir AndaProses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis kromosom manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan hanyalah nutrisi (melalui ibu) dan oksigen.
Sel2 telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahariSel ini akan bertemu dengan sel2 sperma dan memulai proses pembuahan

5 juta sel sperma sekaligus berenang menuju tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun pasukan sel sperma  . ini sangat banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus indung telur

Pada saat ini kepala sel sperma telah hampir masuk. Kita dapat melihat bagian tengah dan belakang sel sperma yang tidak henti-hentinya berusaha secara tekun menerobos dinding indung telur

Minggu ke-2 :P embuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula.
Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium
Minggu 3:
Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.
Minggu ke-4 :
Kini, bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin – HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif.
Janin mulai membentuk struktur manusia. Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta (urat besar yang membawa darah ke jantung)
Minggu ke-5 :
Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.

Minggu ke-6 :
Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak


Minggu ke-7 :

Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru

Minggu ke 8
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan.
bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna
Minggu ke-9 :
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.
Minggu ke-10 :

Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.

Minggu ke-11 :

Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.
Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri

Minggu ke-12 :

Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Usus bayi telah berada di dalam rongga perut. Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram.Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata

Minggu ke-13 :

Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram.

Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala.

Minggu ke-14 :

Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul.
Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak

Minggu ke-15 :

Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113 mm

Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup

Minggu ke-16 :

Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi.

Janin mulai bergerak ! Tetapi tak perlu kuatir jika Anda tak merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi Anda berukuran 116 mm dan beratnya 80 gram


Minggu ke-17 :

Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya.

Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk

Minggu ke-18 :

Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram.

Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.

Minggu ke-19 :

Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.

Minggu ke-20 :

Setengah perjalanan telah dilalui. Kini, beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. kuku tumbuh pada minggu ini.

Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan. Pigmen kulit mulai terlihat


Minggu ke-21 :

Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm
Minggu ke-22 :
Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional


Minggu ke-23 :

Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan “berolahraga”, menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram

Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna.
Minggu ke-24 :
Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembangKulit bayi mulai menebal

Minggu ke-25 :
Bayi cegukan, apakah Anda merasakannya? Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan.
Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.

Minggu ke-26 :
Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.

Minggu ke-27 :
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan.
Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm
Minggu ke-28 :
Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh
Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.

Minggu ke-29 :
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui).
Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.
Minggu ke-30 :
Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa
Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya. Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar.cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim bunda semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm.
Minggu ke-31 :
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban

Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan
perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm
.
Minggu ke-32 :
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini.
Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi, .

Minggu ke-33 :

Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800-1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm.

Minggu ke-34 :
bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.

Minggu ke-35 :
Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.

Minggu ke-36 :
Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Berat badan bayi 2400-2450 gram, dengan tinggi badan 47-48 cm
Minggu ke-37 :
Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm
Minggu ke-38 hingga minggu ke-40 : Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.

semoga bermanfaat…???

menghapus black list pada smadav 8.8

Posted: 9th April 2012 by subijakto in Uncategorized
Comments Off

Cara kali ini berbeda dari bagaimana menghilangkan Smadav versi sebelumnya, seperti Smadav 8.7, Smadav 8.6 ke bawah. Untuk Smadav 8.8 tidak berlaku lagi cara ketik anti-bajakan maupun anti-pembajakan. Smadav sudah memperkuat system keamanannya. Tapi masih ada Zatyabajaitem temukan celah untuk membuat Smadav bajakan menjadi Smadav Free lagi.

Berikut langkah2nya (harus teliti):
uninstal dulu smadav dan hapus folder pada c/program file / smadav
1. Pastikan Smadav 8.8 kamu sudah di exit, cek di tray kanan bawah desktop, kalo masih ada symbol smadav nya, di exit.
2. Masuk ke regedit, dengan cara : Tekan tombol Windows + R , kemudian ketik “regedit” dan enter.
3. Kemudian masuk ke HKEY_CURRENT_USER >> Software >> Microsoft >> Notepad.
Seperti contoh di bawah:

4. Jika sudah, hapus file ” lfPitchΔndFamily dan lfPitchΔndFamily3 “
5. Kemudian jalankan Smadav kamu, dan pastikan Smadav kamu sudah menjadi free / warna hijau.
6. Tahap selanjutnya, masukan serial nya untuk menjadi pro.

SELAMAT MENCOBA !!!

kata pengantar sederhana

Posted: 9th April 2012 by subijakto in Uncategorized
Comments Off

KATA PENGANTAR

 

            Alhamdulillah segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT, dengan Rahmat Dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Permohonan bantuan Dana. Dalam pembuatan Proposal ini tidak lepas dari berbagai pihak yang membantu memberi dorongan baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh Karena itu Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

  1. Pemerintah selaku pencangan kegiatan berantas NARKOBA
  2. Organisasi lain yang mensuport kegiatan kami
  3. Dan pihak – pihak lain yang telah mendukung terselanggaranya kegiatan ini

Kami berusaha untuk dapat menyelesaikan Tugas ini dengan sebaik-baiknya. Namun demikian kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan. Oleh karena itu demi kesempurnaan, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari semua pihak untuk menyempurnakannya.

Mojokerto, 24 Februasi 2012

Penulis

PROPOSAL

 

KEGIATAN INSENTIF PENYELAMATAN

SAPI BETINA PRODUKTIF TAHUN 2011

 


Kelompok Tani Ternak “ Melati Makmur “

 

DESA MLATEN KECAMATAN PURI

KABUPATEN MOJOKERTO

PROVINSI JAWA TIMUR

2011

 

KELOMPOK TANI TERNAK “ MELATI MAKMUR “

DESA MLATEN KECAMATAN PURI

KABUPATEN MOJOKERTO

Mojokerto, 20 Juni 2011

Nomor             : 01/HKVI/2011                                  Kepada Yth.

Lampiran         : 1 ( satu ) bendel                                Direktur Jendral Peternakan dan

Perihal             : Bantuan Kegiatan Penyelamatan      Keswan Kementrian Pertanian RI

Sapi Berina Produktif Tahun 2011   di

JAKARTA

Dengan Hormat,

Kami yang bertanda tangan dibawah ini Ketua Kelompok Tani “ MELATI MAKMUR “ Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto. Bersama ini kami mengajukan permohonan bantuan dana talangan penyelamatan sapi betina  produktif dan sarana prasarana kepada Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI di Jakarta sebesar Rp. 200.000.000,- ( Dua Ratus Juta Rupiah ) pada tahun anggaran 2011.

Dana yang kami terima akan kami kelola sesuai petunjuk Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto.

Besar harapan kami atas terkabulnya permohonan ini demi tercapainya program pencapaian swasembada daging sapi melalui penyelamatan sapi betina produktif di masyarakat dan peningkatan kesejahteraan anggota kelompok tani ternak.

Kepala Desa Mlaten                                                       Ketua Kelompok Tani Ternak

Sapi “ Melati Makmur “

H. MUSO HADI PURWANTO                                                 PARIYADI

 

Pertugas Teknis Tani Ternak

Kecamatan Puri

 

 

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. Kami dapat menyusun proposal pengendalian betina produktif di Kabupaten Mojokerto.

Dari proposal ini kami mengharapkan agar terjadi suatu bentuk dukungan modal usaha dari pemerintah untuk bisa tercapainya usaha yang akan kami rintis di daerah kami.

Tak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto yang telah membantu kami dalam pengajuan modal usaha ini.

Demikian untuk dapat menjadi bahan pertimbangan dan bermanfaat bagi kami khususnya.

Mojokerto, 20 Juni 2011

Kelompok Tani Ternak Sapi “ Melati Makmur  “

Desa Mlaten  Kec. Puri

PARIYADI

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG

Kabupaten Mojokerto merupakan daerah penyangga penyedia protein asal hewan khususnya akan kebutuhan daging sapi dan susu untuk Ibu Kota Provinsi Jawa Timur Surabaya maupun daerah-daerah lain disekitarnya, sedangkan populasi sapi potong menunjukkan tingkat penurunan yang cukup mengkhawatirkan.

Guna mengatasi penurunan ketersediaan sumber pangan asal daging dan susu khususnya sapi potong serta mendukung program  swasembada daging sapi, kerbau 2014, perlu adanya peningkatan populasi ternak yaitu dengan pengembangan ternak sapi bibit betina produktif dan pengendalian betina produktif sebagai pabrik biologis yang akan menghasilkan pedet-pedet bermutu genetic unggul serta pengembangan sapi POTONG dengan disertai managemen pemeliharaan yang baik.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas perlu adanya campur tangan pemerintah maupun swasta baik berupa dan hibah, bantuan langsung, kredit lunak tanpa syarat ataupun pola bergulir.

  1. 1.      Sumber Daya Manusia

-       Pengetahuan dan ketrampilan masyarakat / kelompok kami cukup tinggi dan berpengalaman beternak sapi.

-       Jumlah anggota dari kelompok ini sebanyak 23 orang dengan mata pencaharian beternak dan bertani.

-       Adanya petugas kawin suntik yang selalu siap melayani didaerah kami.

-       Adanya petugas Teknis Peternakan Dan Penyuluhan Lapangan.

  1. 2.      Sumber Daya Alam

-       Tersedianya hijauan dan limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak.

-       Lokasi berada di pedesaan

-       Tersedianya kandang yang siap pakai.

  1. B.     TUJUAN
    1. UMUM                    : 1. Mengoptimalkan   sumber  daya alam yang ada untuk usaha yang bersifat ekonomi produktif di bidang peternakan khususnya sapi betina
    2. Menciptakan lapangan kerja

3. Menghambat lajunya pemotongan sapi betina produktif yang saat ini kurang terkendali.

  1. KHUSUS                 : 1. Terjaganya  struktur  populasi  sapi   betina produktif sehingga dapat menjamin kontinuitas peningkatan populasi yang optimal.

2. Meningkatkan   pendapatan   petani   peternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga tani ternak.

BAB II

LOKASI USAHA

Lokasi Usaha

Tempat usaha sapi betina produktif ini kami kelola di kelompok kami yang bernama “ Melati Makmur ” di Desa Mlaten  Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto.

Desa Mlaten terletak disebelah selatan kali brantas kurang lebih 5 Km dari kota kecamatan dan 10 Km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Mojokerto. Desa Mlaten  ini merupakan daerah dengan luas 2000 Ha ini sangat potensial untuk pengembangan ternak sapi betina karena  daerah ini di dukung dengan adanya limbah dengan luas lahan pertanian 3,5 Ha.

Kelompok Tani “ Melati Makmur “

Kelompok Tani Desa Mlaten  Kecamatan Puri ini bernama “ Melati Makmur “ dibentuk pada tanggal 11 juni 2010 dengan anggota para petani ternak sebanyak 23 orang.

BAB III

RENCANA KEBUTUHAN DANA

Dalam pengajuan ini kami rencanakan jumlah dana yang akan kami perlukan sebesar Rp. 200.000.000,- ( Dua Ratus  Juta Rupiah ). Dengan rincian sebagai berikut :

RENCANA ANGGARAN BIAYA KEGIATAN INSENTIF PENYELAMATAN     SAPI BETINA PRODUKTIF KELOMPOK TANI TERNAK “ MELATI MAKMUR “ TAHUN 2011

NO

URAIAN

JUMLAH

1

2

3

4

5

6

Insentif 330 Ekor @ Rp. 500.000

Honor Pemeriksaan  Kebuntingan 500 Ekor @ Rp. 25.000

Biaya kandang jepit 3 unit x @ Rp. 3.000.000

Honor recorder kelompok 2 orang x 12 bulan x Rp 150.000

Marking Ternak 330 ekor @ Ep. 15.000

Administrasi

Rp. 165.000.000,-

Rp.   12.500.000,-

Rp.     9.000.000,-

Rp.     3.600.000,-

Rp.     4.950.000,-

Rp.     4.950.000,-

JUMLAH

Rp. 200.000.000,-

Mlaten, 20 Juni 2011

Ketua Kelompok Tani Ternak “ Melati Makmur “

PARIYADI

BAB IV

PENUTUP

Puji syukur atas terselesainya penyusunan proposal ini. Tentunya masih banyak kekurangan dari penyusunan ini. Oleh karenanya kami mohon maaf dan mohon saran dan masukan untuk perbaikan selanjutnya.

Satu masalah yang utama yang terjadi pada kelompok kami adalah lemahnya di bidang permodalan. Kami mengharap melalui pengajuan proposal ini dapat menjadi jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu besar kiranya harapan kami akan terealisasinya proposal ini sebagai usaha positif untuk meningkatkan produktifitas ternak serta peningkatan perekonomian peternak.

Demikian proposal ini kami susun denagn harapan dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan dunia usaha peternakan di Kabupaten Mojokerto. Dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Mojokerto, 20 Juni 2011

Ketua Kelompok Tani Ternak

“ Melati Makmur “

PARIYADI

PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO

KECAMATAN PURI

DESA MLATEN

Ds. Mlaten Kec. Puri Kab. Mojokerto

SURAT KEPUTUSAN KEPALA DESA MLATEN

KECAMATAN PURI  KABUPATEN MOJOKERTO

Nomor  : 06 TAHUN 2010

 

TENTANG

Pembentukan dan Penetapan Pengurus Kelompok Ternak Sapi

“ MELATI MAKMUR “

 

Menimbang     : 1. Bahwa dalam rangka pengembangan potensi ternak sapi di Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto perlu dibentuk sebuah kelompok ternak

2. Bahwa legalitas sebuah kelompok ternak pemula diperlukan pengesahan Kepala Desa.

Mengingat       : 1. Peternakan merupakan sector usaha yang sangat berkembang di Desa Mlaten.

2. Peternakan merupakan penghasil sumber protein yang sangat dibutuhkan masyarakat.

MEMUTUSKAN

 Menetapkan   : 1.  Kelompok Ternak Sapi “ Melati Makmur “ sebagai wadah para peternak di Desa Mlaten untuk saling bertukar pikiran dalam rangka pengembangan usaha ternak.

2. Kepengurusan kelompok ternak Sapi “ Mlaten “ sesuai dengan lampiran pada surat keputusan ini.

3.  Masa kerja pengurus kelompok ternak sapi sebagaimana lampiran surat keputusan ini adalah selama 3 ( tiga ) tahun terhitung sejak tanggal dikeluarkan surat keputusan ini.

Demikian surat keputusan ini ditetapkan, apabila kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan akan diadakan perbaikan seperlunya.

Ditetapkan di Mlaten

Pada : 11 Juni 2010

Mengetahui                                                     Kepala Desa Mlaten

PPL / Petugas Teknis

Peternakan dan Perikanan

Kecamatan Puri

ABDUL KHOLIQ                                      H. MUSO HADI PURWANTO

SUSUNAN KELOMPOK TANI TERNAK SAPI “ MELATI MAKMUR “

DESA MLATEN  KECAMATAN PURI

KABUPATEN MOJOKERTO

 

NO

NAMA

UMUR

JABATAN

ALAMAT

1

Pariyadi

Ketua

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

2

Jumatedi

Sekretaris

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

3

Trisyono

Bendahara

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

4

Djanji

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

5

Djayadi

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

6

Salim

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

7

Parto

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

8

Rusnadi

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

9

Nuradi

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

10

Giyo

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

11

Kasian

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

12

Tiknar

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

13

Matsur

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

14

Watiyah

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

15

Waki

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

16

Manan

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

17

Sukadi

Anggota

Dsn Sambiroto Desa Mlaten

18

Hariyanto

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

19

Rumadi

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

20

Matali

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

21

Bunyadi

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

22

Judi

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

23

Wulyadi

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

24

Tayib

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

25

Hari

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

26

Suwari

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

27

Giono

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

28

Supari

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

29

Gimun

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

30

Karjono

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

31

Nardi

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

32

Basori

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

33

Darso

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

34

Arlan

Anggota

Dsn Mlaten Desa Mlaten

Mojokerto, 11 Juni 2011

Mengetahui

Kepala Desa Mlaten                                                     Ketua Kelompok

 

 

H. MUSO HADI PURWANTO                                   PARIYADI

PROPOSAL

PERMOHONAN IZIN OPERASIONAL

TAMAN PENDIDIKAN AL – QUR’AN

“ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DUSUN POHGURIH DESA SUMOLAWANG  

KEC. PURI KAB. MOJOKERTO

2011

 

 

TAMAN PENDIDIKAN AL- QUR’AN

“ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

DUSUN POHGURIH DESA SUMOLAWANG KEC. PURI KAB. MOJOKERTO

 

 

Nomor             : 001/TPQ-Ds/VII/2011                              Mojokerto, 17 Agustus 2011

Lamp               : 1 Bendel

Hal                  : PERMOHONAN IZIN OPERASIONAL TPQ

 

 

Kepada

Yth, Bapak Kepala Kantor Kementrian Agama

Kabupaten Mojokerto

Di –

MOJOKERTO

Assalamu’alikum Wr. Wb

Dalam rangka tertib administrasi dan menguatkan keberadaan Taman Pendidikan Al – Qur’an “ HIDAYATUS SHOLIKHIN “ Dusun Pohgurih Desa Sumolawang Kec. Puri Kab. Mojokerto. Dengan ini kami memohon kepada bapak berkenan menerbitkan piagam pendirian TPQ  “ HIDAYATUS SHOLIKHIN “ sebagai pertimbangan bapak bersama ini kami lampirkan persyaratan pendirian TPQ sebagai berikut.

  1. Profil lembaga / Data TPQ “ HIDAYATUS SHOLIKHIN “
  2. Sejarah pendirian TPQ “ HIDAYATUS SHOLIKHIN “
  3. Riwayat hidup lembaga tanah dan bangunan
  4. Daftar nama Ustadz/ Ustadzah
  5. Daftar nama Santri TPQ “ HIDAYATUS SHOLIKHIN “
  6. Daftar inventaris
  7. Surat keterangan kesanggupan menjalankan lembaga
  8. Denah lokasi TPQ “ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

Wassalamu’ alikum Wr. Wb

Mengetahui

Kepala Desa Sumolawang                                                  Kepala TPQ

“ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

GATOT SUSENO                                                 M. IDRIS SUYONO

Tembusan : Kepala KUA Kec. Puri

  TAMAN PENDIDIKAN AL- QUR’AN

“ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

DUSUN POHGURIH DESA SUMOLAWANG  KEC. PURI KAB. MOJOKERTO

 

PROFIL TPQ “ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

DUSUN POHGURIH DESA MEDALI KEC. PURI KAB. MOJOKERTO

 

  1. Nama lengkap                         :  HIDAYATUS SHOLIKHIN
  2. Alamat                                    :  Dsn Pohgurih Ds Sumolawang Kec. Puri

Kab. Mojoketo

  1. Tahun Pendirian                      : 2007
  2. Pendiri                                     : M. IDRIS SUYONO
  3. Metode yang digunakan         : Yanbu’a
  4. Jumlah Santri                          : 80 Anak
  5. Jumlah Ustadz                        : 6 orang
  6. Waktu Pembelajaran               : 13.30 s/d 1625 WIB
  7. Visi Dan Misi
    1. Visi                                   : Membentuk generasi muda yang Qur’ani, Bertaqwa dan berakhakul karimah
      1. Misi                                 : 1. Membekali santri terampil membaca Al- Quran dengan benar

2. Membakali santri terampil menghafal surat – surat pendek

3. Membekali santri dengan kebiasaan patuh pada ALLAH, RosulNYA, dan Orang Tua.

4. Membekali santri dengan kebiasaan melaksanakan sholat

5. membekali santri dengan doa-doa sholat dandoa-doa sehari-hari

6. membiasakan santri dengan cinta sesama.

  1. Sumber Dana                          : 1. Mengisi Kalengan Tiap Minggu

17 Agustus 2011

Mudzir TPQ

                 M. IDRIS SUYONO

  TAMAN PENDIDIKAN AL- QUR’AN

“ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

DUSUN POHGURIH DESA SUMOLAWANG  KEC. PURI KAB. MOJOKERTO

 

 

 

SEJARAH BERDIRINYA TPQ  “ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

DUSUN POHGURIH DESA SUMOLWANG PURI MOJOKERTO

 

 

Bismillah Hirohmanirrohim

            Puji syukur Alhamdullilah senantiasa kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Hanya kepadanya kita bergantung serta memohon. Dialah zat yang menciptakan Jin Dan Manusia untuk beribadah kepadaNYA.

Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Beliaulah yang telah memberikan Bimbingan kepada kita kejalan yang diridhoi ALLAH SWT.

Pada awalnya tidak ada niat untuk mendirikan TPQ kita mengaji seperti biasa  ( secara tradisional ) di Musholla dengan pada guru yang tidak mengikuti metode apapun hanya menggunakan Al- Quran saja.

Seiring dengan berjalannya waktu dan ada dorongan dari masyarakat serta bantuan dana yang mereka berikan, maka dipandang perlu untuk mendirikan TPQ. Untuk membekali anak tentang AL- Quran secara benar baik fashokhah maupun tartilnya. Juga ada materi sholat, wudhu, do’a sehari-hari dan hafalan surat pendek tidak kalah pentingnya tajwid dan ghoribnya.

Maka pada tahun 2007 berdirilah TPQ dengan nama “ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

Guru  – guru diambil dari lingkungan sekitar sehingga dapat memudahkan membantu menyampaikan materi pada anak-anak

Semoga dengan adanya TPQ ini anak- anak bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan selamat dunia maupun akhirat.

Kami mengharap dengan pertimbangan diatas, kiranya  Bapak berkenan menyetujui dan merestui berdirinya TPQ “ HIDAYATUS SHOLIKHIN “. Semoga ALLAH SWT membalas kebaikan Bapak dan Meridhoi Nya Amin…

 Mojokerto, 17 Agustus 2011

Mudzir TPQ

                 M. IDRIS SUYONO

  TAMAN PENDIDIKAN AL- QUR’AN

“ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

DUSUN POHGURIH DESA SUMOLAWANG  KEC. PURI KAB. MOJOKERTO

 

RIWAYAT HIDUP LEMBAGA

DATA TPQ PADA WAKTU PENDIRIAN

Pembelajaran AL – QUR’AN  tahun  2000-2007

Tempat pembelajaran Musholla

DATA TPQ SEKARANG  ( Tahun 2011 )

Waktu Pendirian tahun 10 Mei 2007

  1. Nama TPQ                              : HIDAYATUS SHOLIKHIN
  2. Nama kepala TPQ                   : M. IDRIS SUYONO
  3. Tahun berdiri                           : 2007
  4. Metode Pembelajaran                         : Yanbu’a
  5. Jumlah santri                           : 80
  6. Jumlah Guru                            : 6 orang
  7. Tempat Belajar                        : Gedung
  8. Wisuda Santri                                     : Belum Pernah

Mojokerto, 17 Agustus 2011

Mudzir TPQ

                 M. IDRIS SUYONO

DATA NAMA USTADZ/ USTADZAH

TAHUN 2011 / 2012

Nama Lembaga TPQ              : TPQ HIDAYATUS SHOLIKHIN

Alamat lengkap                       : Dsn Pohgurih Ds Sumolawang Kec Puri Kab Mojokerto

Jumlah Ustad/ Ustadzah         : 6 orang

No

Nama Ustadz / Ustadzah

Tempat Tanggal Lahir

Alamat

Pendidikan Terakhir

Kegiatan yang pernah diikuti

Penataran

Tashih

PGPQ

1

M. IDRIS SUYONO 04 Agust 1976 Dsn Pohgurih Ds Sumolwang

SLTA

-

-

-

2

SITI NUR KHORIDA 19 Juli 1984 Dsn Pohgurih Ds Sumolwang

SLTA

-

-

-

3

YUYUN MAHFUDHOH 08 Maret 1989 Dsn Pohgurih Ds Sumolwang

SLTA

-

-

-

4

AHMAD  AMINUDDIN 10 Juli 1972 Dsn Pohgurih Ds Sumolwang

SLTA

-

-

-

5

KHALIMAH 10 Mei 1982 Dsn Pohgurih Ds Sumolwang

SLTA

-

-

-

6

SITI INDAHYATI 14 Des 1982 Dsn Pohgurih Ds Sumolwang

SLTA

-

-

-

Keterangan : Kolom Kegiatan yang pernah diikuti apabila sudah diberi tanda ( V ) dan apabila belum diberi tanda ( - )

 Mojokerto, 17 Agustus 2011

Mudzir TPQ

                 M. IDRIS SUYONO

TAMAN PENDIDIKAN AL- QUR’AN

“ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

DUSUN POHGURIH DESA SUMOLAWANG  KEC. PURI KAB. MOJOKERTO

 

DAFTAR INVENTARIS

NO

NAMA BARANG

JUMLAH

KONDISI

BAIK

KURANG BAIK

1

MEJA SANTRI

10

2

PAPAN TULIS

2

Mojokerto, 17 Agustus 2011

Mudzir TPQ

                M. IDRIS SUYONO

TAMAN PENDIDIKAN AL- QUR’AN

“ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

DUSUN POHGURIH DESA SUMOLAWANG  KEC. PURI KAB. MOJOKERTO

 

SURAT KETERANGAN KESANGGUPAN MENJALANKAN LEMBAGA

Yang bertanda tangan dibawah ini kami :

Nama                           : M. IDRIS SUYONO

Alamat Rumah            : Dsn Pohgurih Ds Sumolawang Kec Puri Kab Mojokerto

Jabatan                        : Mudzir TPQ

Alamat                        : Dsn Pohgurih Ds Sumolawang Kec Puri Kab Mojokerto

Dengan ini kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa kami sanggup melaksanakan Lembaga Taman Pendidikan Al Qur’an “ HIDAYATUS SHOLIKHIN “ dengan sebaik-baiknya. Menurut peraturan yang berlaku dan menurut kemampuan yang kami miliki.

Demikian keterangan ini kami buat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mojokerto, 17 Agustus 2011

Mudzir TPQ

                 M. IDRIS SUYONO

TAMAN PENDIDIKAN AL- QUR’AN

“ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

DUSUN POHGURIH DESA SUMOLAWANG  KEC. PURI KAB. MOJOKERTO

 

TAMAN PENDIDIKAN AL- QUR’AN

“ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

DUSUN POHGURIH DESA SUMOLAWANG  KEC. PURI KAB. MOJOKERTO

 

NO

NAMA SANTRI

TGL LAHIR

ALAMAT

1

Tri May Lucyana Mojokerto, 31 mei 1996 Pohgurih sumolawang

2

Umi Khafidhoh Mojokerto, 3 jan 1999 Pohgurih sumolawang

3

Rosa Ariani purnomo Mojokerto, 31 agust 1998 Pohgurih sumolawang

4

Nur laili yatus saadah Mojokerto, 7 des 1998 Pohgurih sumolawang

5

Fitri Indriani Mojokerto, 26 jan 1999 Pohgurih sumolawang

6

Miftahakhul Jannah Mojokerto, 20 april 1997 Pohgurih sumolawang

7

Agustin Tri Wilujeng Mojokerto, 5 agust 1997 Pohgurih sumolawang

8

Devi Ratnasari Mojokerto, 9 des 1997 Pohgurih sumolawang

9

Siti Khabibah Mojokerto, 14 april 1997 Pohgurih sumolawang

10

Junis Tiyas Safitri Mojokerto, Pohgurih sumolawang

11

Angelita Damayanti Mojokerto, 13 feb 2001 Pohgurih sumolawang

12

Nikmatu Rohma Mojokerto, Pohgurih sumolawang

13

Feni Hervitanti Mojokerto, 13 okt 2002 Pohgurih sumolawang

14

Aviatun Nisak Mojokerto, 5 agust 2003 Pohgurih sumolawang

15

Nindi Maulistina Mojokerto, 15 juni 2003 Pohgurih sumolawang

16

Irma Yunita Mojokerto, 21 maret 2000 Pohgurih sumolawang

17

Vilda Fuadiyah Diningrat Mojokerto, 28 jan 2002 Pohgurih sumolawang

18

Rika Ayu Rahmawati Mojokerto, 12 jan 2000 Pohgurih sumolawang

19

Vina Irawati Indah Mojokerto, 2 sept 2001 Pohgurih sumolawang

20

Yesi Rufaida Mojokerto, 4 agust 2001 Pohgurih sumolawang

21

Jesika devina Wibowo Mojokerto, 3 mei 2003 Pohgurih sumolawang

22

Ardina Nurayuni Mojokerto, 23 agust 2003 Pohgurih sumolawang

23

Aan Nur rokhman Mojokerto, 4 agust 1997 Pohgurih sumolawang

24

Dadang Wijaya Mojokerto, 11 okt 1999 Pohgurih sumolawang

25

Deni Wijaya Mojokerto, 11 okt 1999 Pohgurih sumolawang

26

Candra Setiawan Mojokerto, 26 maret 1999 Pohgurih sumolawang

27

Yayang pratama Mojokerto, 28 maret 1999 Pohgurih sumolawang

28

M. Heri yanto Mojokerto, 21 juni 1998 Pohgurih sumolawang

29

Rizal andika purnomo Mojokerto, 11 jan 2000 Pohgurih sumolawang

30

M. Niza baharudin Mojokerto, 15 okt 2000 Pohgurih sumolawang

TAMAN PENDIDIKAN AL- QUR’AN

“ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

DUSUN POHGURIH DESA SUMOLAWANG  KEC. PURI KAB. MOJOKERTO

 

NO

NAMA SANTRI

TGL LAHIR

ALAMAT

31

M. Ifan Budianto Mojokerto,  9 maret 1998 Pohgurih sumolawang

32

Dani zakaria al hadi Mojokerto, 9 juli 2000 Pohgurih sumolawang

33

Wawan gunawan Mojokerto, 19 sept 1998 Pohgurih sumolawang

34

Habib ainur rofiqi Mojokerto, 16 sept 2001 Pohgurih sumolawang

35

M. afandi Mojokerto, 18 des 2003 Pohgurih sumolawang

36

Adiki hartanto Mojokerto, 12 des 2004 Pohgurih sumolawang

37

Jainuri Mojokerto, 16 mei 2002 Pohgurih sumolawang

38

Moch. Izza prasetya Mojokerto, 10 april 2001 Pohgurih sumolawang

39

Agung firdaus kulianto Mojokerto, 20 mei 1998 Pohgurih sumolawang

40

Yustina dila Mojokerto, 25 okt 2001 Pohgurih sumolawang

41

Yu angga dwi susanto Mojokerto, 24 mei 1997 Pohgurih sumolawang

42

Chandra pratama Mojokerto, 2 agust 1997 Pohgurih sumolawang

43

M. faex Mojokerto,  17 maret 2001 Pohgurih sumolawang

44

Dimas Ilyasa Mojokerto, 30 juni 2000 Pohgurih sumolawang

45

Yogi firman ramadhan Mojokerto, 8 nov 2001 Pohgurih sumolawang

46

Amelia nur khasanah Mojokerto, 4 april 2004 Pohgurih sumolawang

47

Ayu listio wati Mojokerto, 21 sept 2006 Pohgurih sumolawang

48

M. sigit alawi Mojokerto, 26 april 2006 Pohgurih sumolawang

49

Ayu sasa bella Mojokerto, 26 mei 2006 Pohgurih sumolawang

50

M. faith Mojokerto, 16 feb 2006 Pohgurih sumolawang

51

Zulfa nur fitria Mojokerto, 28 nov 2003 Pohgurih sumolawang

52

Abdul ghoni Mojokerto, 14 maret 2000 Pohgurih sumolawang

53

Fatika maharani Mojokerto, 17 okt 2003 Pohgurih sumolawang

54

M. dennis adi pratama Mojokerto, 3 des 2006 Pohgurih sumolawang

55

Khusnul widiyati Mojokerto, 18 nov 2001 Pohgurih sumolawang

56

Sholikhatun naimah Mojokerto, 11 agust 2003 Pohgurih sumolawang

57

Masdinda diah ayu perihatsari Mojokerto, 27 agust 2003 Pohgurih sumolawang

58

Yuone issabel kris wandini Mojokerto, 22 april 2007 Pohgurih sumolawang

59

Bayu andika pratama Mojokerto, 3 feb 2005 Pohgurih sumolawang

60

Auwalul tadjuddin halif Mojokerto, 18 feb 2003 Pohgurih sumolawang

TAMAN PENDIDIKAN AL- QURAN

“ HIDAYATUS SHOLIKHIN “

DUSUN POHGURIH DESA SUMOLAWANG  KEC. PURI KAB. MOJOKERTO

 

NO

NAMA SANTRI

TGL LAHIR

ALAMAT

61

Amir Mahmud Mojokerto, 27 feb 2003 Pohgurih sumolawang

62

A nizam syarifuddin Mojokerto, 7 mei 2005 Pohgurih sumolawang

63

M nizar Al Amin Mojokerto, 6 juli 2003 Pohgurih sumolawang

64

M Zakaria  F Mojokerto, 2 juni 2002 Pohgurih sumolawang

65

Fatkhul Abidin Mojokerto, 11 juni 2002 Pohgurih sumolawang

66

Taufik putra heriyono Mojokerto, 4 juni 2005 Pohgurih sumolawang

67

Ardina nur ayuni Mojokerto, 23 agust 2003 Pohgurih sumolawang

68

Irfan sulistiawan Mojokerto, 21 sept 2003 Pohgurih sumolawang

69

Risqi rahmadani Mojokerto, 6 juni 2003 Pohgurih sumolawang

70

Slamet riyaldi Mojokerto, 9 sept 2003 Pohgurih sumolawang

71

Yunita rahma aulia Mojokerto, 4 juni 2007 Pohgurih sumolawang

72

M dinas adi pramatama Mojokerto, 22 april 2004 Pohgurih sumolawang

73

Risma dwi permata sari Mojokerto, 19 jan 2007 Pohgurih sumolawang

74

Zahra fara nafisah Mojokerto, 7 sept 2008 Pohgurih sumolawang

75

M hari rahmadani Mojokerto, 10 nov 2003 Pohgurih sumolawang

76

M fatih Mojokerto, 16 feb 2006 Pohgurih sumolawang

77

Yuyun rahmawati Mojokerto, Pohgurih sumolawang

78

M  Dani prasetyo Mojokerto, 22 jan 1998 Pohgurih sumolawang

79

Mario agustino Mojokerto, 21 agust 1999 Pohgurih sumolawang

80

Irmansyah akbar Mojokerto, Pohgurih sumolawang

81

82

83

84

85

86

87

88

89

90

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1.       Latar Belakang

1

Setiap bulan, secara periodik seorang wanita normal akan mengalami reproduksi, yaitu menstruasi adalah meluruhnya jaringan endometrium karena tidak adanya telur matang yang dibuahi oleh sperma. Peristiwa itu begitu wajar dan alami sehingga dapat dipastikan bahwa semua wanita yang normal pasti akan mengalami proses itu. Walaupun begitu, pada kenyataannya banyak wanita yang mengalami masalah menstruasi, diantaranya adalah nyeri haid (disminore) (www.kesrepro.info). Rasa nyeri saat haid merupakan keluhan ginekologi yang paling umum dan banyak dialami oleh wanita. Rasa nyeri saat haid tidak diketahui secara pasti kaitannya dengan penyebabnya, namun beberapa faktor dapat mempengaruhi yaitu ketidak seimbangan hormon dan faktor psikologis. Disminore dibedakan menjadi 2 yaitu disminore primer dan disminore sekunder. Yang Dikatakan disminore primer adalah menstruasi yang sangat nyeri yang terjadi dengan tidak adanya penyebab patologis yang dapat ditunjukkan, keadaan ini lebih sering pada wanita ovulasi dan belum pernah mengandung. Sedangkan disminore sekunder juga dapat disebut sebagai salah satu indikasi yang dapat mengarah ke beberapa penyakit tertentu seringkali berhubungan dengan penyakit pelvis seperti endometriosis, penyakit peradangan pelvis dan polip uterus. Rasa nyeri dapat merupakan gangguan primer maupun sekunder dari berbagai jenis penyakit. ( Price, Sylvia, 2006:1288)

Di Amerika Serikat, diperkirakan hampir 90% wanita mengalami dismenore, dan 10 – 15% diantaranya mengalami dismenore berat yang menyebabkan Ibu tidak mampu melakukan kegiatan apapun. Di Indonesia angka kejadian dismenore terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Biasanya gejala disminore primer  terjadi pada wanita usia produktif 3 sampai 5 tahun setelah mengalami haid pertama dan wanita yang belum pernah hamil (Journal Occupational and Enviromental, 2010). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMAN 3 Bojonegoro pada bulan November 2010 kepada 25 siswi putri, didapatkan 20% siswi dari 5 siswi tidak mengalami nyeri saat menstruasi dan sebagian besar dengan prosentase 80% dari 25 siswi di dapatkan sebanyak 20 siswi mengalami nyeri saat menstruasi yang menganggu proses belajar. Karena nyeri tersebut, banyak siswi yang  menggunakan obat pereda nyeri menstruasi. Beberapa jenis obat yang digunakan remaja putri untuk mengtasi nyeri saat menstruasi seperti feminax, asam mefenamat dan beberapa obat baru seperti kiranti.

Hal yang kerap disebut sebagai penyebab nyeri haid adalah faktor keturunan dan faktor psikis. Akan tetapi, akhir – akhir ini zat kimia bernama prostaglandin dinyatakan dapat meningkatkan nyeri haid. Prostaglandin adalah salah satu senyawa kimia dalam darah yang mengatur beberapa aktifitas tubuh, termasuk aktivitas rahim. Bila kadar prostaglandin berlebih, maka kontraksi rahim pada masa haid bertambah sehingga terjadi nyeri yang hebat. Nyeri bisa jadi semakin bertambah karena konsumsi kafein maupun nikotin, disamping stress, kurang olahraga, dan gizi yang tidak seimbang, penyebab lain timbulnya nyeri luar biasa adalah penyakit seperti endometriosis dan tumor pada rahim ( www.hd.co.id. ). Pada prinsipnya, pengobatan untuk nyeri haid adalah eliminasi penyebab patologis terjadinya nyeri terutama pada kasus dismenore sekunder. Sedangkan pada kasus dismenore primer, biasanya wanita lebih sering menggunakan cara instan yaitu dengan mengkonsumsi obat pereda nyeri haid. Sayangnya, berdasarkan kajian teoritik sampai saat ini obat pereda nyeri haid belum ada yang aman terutama bila diminum dalam waktu yang lama. Dan dalam jangka waktu yang lama pula, obat pereda nyeri haid dapat merusak usus bila digunakan lebih dari 3 bulan. Seperti golongan obat Anti Inflamasi Non Steroid ( AINS ) seperti Ibuprofen. Oleh karena itu, dapat diberikan alternatif pengobatan untuk mengurangi nyeri, misalnya tidur dan istirahat yang cukup, olah raga yang teratur, pemijatan atau aroma terapi dan dapat juga menggunakan kompres hangat untuk mengurangi nyeri ( www.suaramerdeka.com, 2010 )

Dewasa ini, untuk penatalaksanaan nyeri yang lebih baik menggunakan kompres hangat dan telah banyak digunakan untuk mengurangi berbagai nyeri. Misalnya pada keluhan nyeri / sakit kepala, kaki kram dan nyeri akibat pembesaran rahim pada ibu hamil (Esty, 2010). Selain itu kompres hangat juga dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pada leher yang kaku (Ve, 2009). Serta dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pada kaki yang terkilir (Nusdwinuringtyas N, 2010) dan untuk mengurangi nyeri pada sinus dan hidung pada kasus sinusitis (www.multiply.com.2008). Aplikasi panas dapat mengakibatkan dilatasi atau membuka aliran darah yang mengakibatkan relaksasi dari otot (Turana Y). Suhu panas diketahui bisa meminimalkan keteganga otot. Akibatnya setelah otot – otot relaks, rasa nyeripun berangsur – angsur hilang (www.rileks.com, 2009). Dari fenomena di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Gambaran pengetahuan remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi di SMA Negeri 3 Bojonegoro“.

1.2.       Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang di uraikan di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : “Bagaimana pengetahuan remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi? “.

1.3.       Tujuan Penelitian

Mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi di SMA Negeri 3 Bojonegoro.

1.4.       Manfaat Penelitian                 

1.4.1.      Bagi Institusi

Sebagai tambahan referensi dan informasi dalam bidang pendidikan kesehatan, serta dapat dijadikan tambahan ke perpustakaan dalam pengembangan penelitian selanjutnya.

1.4.2.      Bagi Responden

Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tentang efek dari obat pereda nyeri haid.

1.4.3.      Bagi Profesi Kebidanan

Diharapkan penelitian ini memberikan masukan bagi profesi dalam mengembangkan perencanaan kebidanan yang akan dilakukan tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi dan dalam memberikan asuhan pada kasus disminorhea.

1.4.4.      Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan baru dan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang ilmu kebidanan. Serta di jadikan pengalaman pertama dalam melaksanakan penelitian demi penelitian selanjutnya.

 

 

 

 

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.       Konsep Pengetahuan

2.1.1.      Definisi pengetahuan

Pengetahuan adalah sejumlah fakta dan teori yang memungkinkan seseorang untuk dapat memacahkan masalah yang dihadapi (Setiadi, 2007).

Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu dari manusia, yang sekadar menjawab pertanyaan “what” yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera penglihatan, pendengaran, penciuman,  rasa dan raba yang sebagian besar dipengaruhi oleh mata dan telinga, dan terdiri dari 6 tingkatan yaitu tahu (know), memahami (compehension), aplikasi (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan evaluasi (evaluation)  (Notoatmodjo dalam Setiadi, 2007).

2.1.2.      Cara Memperoleh Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo dalam Setiadi (2007), untuk memperoleh pengetahuan ada berbagai cara yaitu :

  1. Cara tradisional atau non ilmiah yang terdiri dari :

1).    Cara coba-salah (Trial and Error).

6

Cara ini di pakai orang sebelum adanya kebudayaan, bahkan mungkin sebelum adanya peradaban apabila seseorang menghadapi persoalan atau masalah upaya pemecahannya di lakukan dengan coba-coba. Bila percobaan pertama gagal, di lakukan percobaan yang kedua dan seterusnya sampai masalah tersebut terpecahkan.

2).    Cara kekuasaan atau otoritas

Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kebiasaan dan tradisi yang di lakukan oleh orang tanpa melalui penalaran apakah yang di lakukan tersebut baik atau tidak. Kebiasaan ini biasanya di wariskan turun temurun. Kebisaan ini seolah-olah di terima dari sumbernya sebagai kebenaran mutlak. Sumber pengetahuan dapat berupa pemimpin masyarakat baik formal maupun informal, ahli agama, pemegang pemerintahan dan sebagainya. Para pemegang otoritas pada prinsipnya adalah orang lain menerima pendapat yang di kemukakan oleh yang mempunyai otoritas tanpa terlebih dahulu menguji atau membuktikan kebenarannya, baik berdasarkan perasaannya sendiri.

3).    Berdasarkan pengalamannya sendiri

Pengalaman adalah guru terbaik demikian bunyi pepatah. Pepatah ini mengandung maksud bahwa pengalaman itu merupakan sumber pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. Pada masa lain apabila dengan cara yang digunakan tersebut orang dapat memecahkan masalah yang dihadapi, maka untuk memecahkan masalah lain yang sama, orang dapat pula menggunakan cara tersebut.

4).    Melalui Jalan pikiran

Sejalan dengan perkembangan kebudayaan umat manusia, cara manusia berpikir ikut berkembang. Dari sini manusia mampu menggunakan penalarannya dalam memperoleh pengetahuan. Induksi dan deduksi pada dasarnya merupakan cara melahirkan pemikiran secara tidak langsung melalui pernyataan-pernyataan yang dikemukan. Apabila proses pembuatan kesimpulan itu melalui pernyataan-pernyataan yang khusus kepada yang umum dinamakan induksi, sedangkan deduksi adalah pembuatan kesimpulan dari pernyataan-pernyataan umum ke khusus.

  1. Cara Modern

Cara baru atau dalam memperoleh pengetahuan pada dewasa ini lebih sistematis, logis dan ilmiah atau lebih populer disebut metodologi penelitian. Mengacu pada konsep pengetahuan di atas bila dikaitkan dengan berbagai dasar dari ketidakmampuan keluarga atau seseorang dalam melakukan tugas-tugas perkembangan akan diperoleh gambaran sebagai berikut :

1). Ketidaksanggupan mengenal masalah karena kurangnya pengetahuan.

2). Ketidaksanggupan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat karena tidak memahami sifat, berat dan luasnya masalah serta tidak sanggup menyelesaikan masalah karena kurangnya pengetahuan.

3). Ketidakmampuan menggunakan sumber daya masyarakat.

Dari tingkatan pengetahuan di atas disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dimana seseorang mampu mengetahui, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis dan mengevaluasi. Tingkat pengetahuan dapat dikatakan baik jika mempunyai 56 % – 100 % pengetahuan.

4). Tingkat pengetahuan tidak baik

Tingkat pengetahuan tidak baik adalah tingkat pengetahuan dimana seseorang tidak mampu mengetahui, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis dan mengevaluasi. Tingkat pengetahuan dapat dikatakan tidak baik jika seseorang mempunyai < 40-55% pengetahuan.

2.1.3.      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan

Secara global pengetahuan dipengaruhi oleh banyak hal. Namun terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi pengetahuan, diantaranya adalah :

  1. Faktor Intrinsik

1). Sifat kepribadian

Tingkah laku individu bersifat unit sesuai kepribadian yang dimiliki karena dapat dipengaruhi oleh aspek kepribadian seperti pengalaman hidup, perubahan usia, watak, temperamen system nilai serta kepercayaan.

2). Bakat pembawaan

Bakat sangat berpengaruh dalam tingkah laku karena merupakan interaksi dari faktor keturunan dan lingkungan.

3). Intelegensi

Seseorang yang mempunyai intelegensi rendah akan bertingkah laku lambat dalam pengambilan keputusan.

4). Motivasi

Motivasi dapat diartikan sebagai kecenderungan atau keinginan yang tinggi terhadap sesuatu. Motivasi merupakan kekuatan dari dalam dan dampak dari luar sebagai gerak-gerik dalam menjalankan fungsinya. Motivasi berhubungan erat dengan pikiran dan perasaan (Saifudin, 2008).

5). Usia

Usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. Semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan logis (Hurlock dalam Nursalam dan Pariani, 2001).

  1. Faktor Ekstrinsik

1). Lingkungan

Lingkungan adalah seluruh kondisi yang ada di sekitar manusia dan pengaruhnya yang dapat mempengaruhi perkembagan dan perilaku orang atau kelompok. Lingkungan adalah input ke dalam diri seseorang sebagai sistem adaptif yang melibatkan baik faktor internal maupun eksternal (Ann Mariner dalam Nursalam dan Siti Pariani (2001).

2). Pengalaman

Seperti yang dikatakan Hurlock yang dikutip oleh Nursalam dan Pariani (2001), bahwa semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang lebih dipercaya dari orang-orang yang belum cukup tinggi dewasanya.

3). Kebudayaan

Kebudayaan yang berlaku disuatu wilayah secara tidak langsung akan memberikan pengaruh yang besar kepada seseorang dalam memperoleh pengetahuan. Masyarakat yang memegang teguh adat dan budayanya cenderung lebih susah untuk memperoleh pengetahuan dibandingkan dengan masyarakat yang mempunyai kultur budaya terbuka.

4). Pendidikan

Menurut Koentjoroningrat dalam Nursalam dan Pariani (2001), mengatakan bahwa pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi, misalnya hal-hal yang menunjang kesehatan sehingga meningkatkan kualitas hidup. Oleh sebab itu, makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pengetahuan yang dimiliki dan semakin mudah orang tersebut menerima informasi, sehingga seseorang lebih mudah menerima terhadap nilai-nilai yang baru di kembangkan.

5). Pekerjaan

Menurut Markum dalam Nursalam dan Pariani (2001), bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu. Seorang siswi yang dalam masa pendidikannya juga harus bekerja untuk dapat membiayai studinya mempunyai kesempatan yang lebih kecil untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi derjaat kesehatannya. Hal ini dikarenakan waktu luang yang ada dimanfaatkan untuk bekerja dan beristirahat.

6). Informasi

Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang (Gordon B Davis, 2005). Menurut George Terry (2005) informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna. Informasi adalah hasil pengolahan data yang dipakai untuk suatu keperluan (Arikunto, 2006).

2.1.4.      Cara Mengukur Pengetahuan

Menurut Nursalam (2008), untuk mengetahui tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu :

  1. Pengetahuan baik               : 76-100 %.
  2. Pengetahuan cukup                        : 56-75 %
  3. Pengetahuan kurang           : < 56 %

2.2.       Konsep Remaja Putri

2.2.1.      Pengertian Remaja putri

Remaja putri adalah seorang remaja putri yang menempuh pendidikan setara dengan SMP atau SMU. Seorang remaja putri identik dengan perubahan dan permasalahan yang terjadi pada dirinya di usia remaja.  Masa remaja merupakan masa transisi antara masa anak – anak ke masa dewasa, selama masa remaja akan terjadi penambahan kecepatan pertumbuhan atau pacu tumbuh (Growth Spurt) mulai munculnya  tanda – tanda seks sekunder, pada perempuan mulai terjadi  fertilisasi   dan   terjadi  perubahan  –  perubahan   psikososial (Soetjiningsih, dikutip oleh Martiani, 2009).

2.2.2.      Tahap – Tahap Masa Remaja

Tahap – tahap  masa  remaja menurut Kartono (1990, dikutip oleh Arya, 2010) dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

  1. Masa Remaja Awal / Dini (Early Adoloscence)

Umur 12 – 15 tahun. Pada masa ini, remaja mengalami perubahan jasmani yang sangat pesat dan perkembangan intelektual yang sangat intensif sehingga minat anak pada dunia luar sangat besar dan pada saat ini remaja tidak mau dianggap kanak-kanak lagi namun sebelum bisa meninggalkan pola kekanak-kanakannya. Selain itu pada masa ini remaja sering merasa sunyi, ragu-ragu, tidak stabil, tidak puas dan merasa kecewa

  1. Masa Remaja Pertengahan (Middle Adolescence)

Umur 15 – 18 tahun. Kepribadian remaja pada masa ini masih kekanak-kanakan tetapi pada masa remaja ini timbul unsur baru yaitu kesadaran akan kepribadian dan kehidupan badaniah sendiri.Remaja mulai menentukan nilai-nilai tertentu dan melakukan perenungan terhadap pemikiran filosofis dan etis. Maka dari perasaan yang penuh keraguan pada masa remaja awal maka pada rentan usia ini mulai timbul kemantapan pada diri sendiri. Rasa percaya diri pada remaja menimbulkan kesanggupan pada dirinya untuk melakukan penilaian terhadap tingkah laku yang dilakukannya. Selain itu pada masa ini remaja menemukan diri sendiri atau jati dirnya

  1. Masa Remaja Akhir ( Late Adolescence )

Umur 18 – 21 tahun. Pada masa ini remaja sudah mantap dan stabil. Remaja sudah mengenal dirinya dan ingin hidup dengan pola hidup yang digariskan sendiri dengan keberanian. Remaja mulai memahami arah hidupnya dan menyadari tujuan hidupnya. Remaja sudah mempunyai pendirian tertentu berdasarkan satu pola yang jelas yang baru ditemukannya.

2.2.3.      Pertumbuhan yang Terjadi Pada Seorang Remaja putri

  1. Tinggi Badan

Remaja perempuan  tumbuh  dengan  kecepatan  5.5 cm per tahun ( 4, – 7.5 cm ) sekitar 2 tahun setelah mulainya pacu tumbuh remaja perempuan mengalami puncak kecepatan tinggi badan dengan kecepatan sekitar 8 cm per tahun ( 10 – 15 cm ). Kecepatan maksimal dicapai 6 – 12 bulan sebelum menarche dan ini dipertahankan hanya untuk beberapa bulan. Kemudian kecepatan pertumbuhan linier mengalami deselerasi untuk 2 tahun berikutnya atau lebih. Keadaan ini sesuai dengan Tingkat Kematangan Seksual (TKS).

  1. Berat Badan

Memasuki masa pubertas, remaja perempuan telah mencapai kira – kira 60 % berat dewasa. Delam masa 3 – 6 bulan sebelum pacu tumbuh tinggi badannya. Kenaikan berat badan remaja perempuan hanya sekitar 2 kg / tahun (Masa Prasekolah) kemudian terjadi akselerasi dan akhirnya mencapai puncak kecepatan berat badan  Peak Weight Volocity (PWV) sekitar 8 kg / tahun. Sekitar 91 % remaja normal, kecepatan kenaikan berat badannya berkisar antara 5.5 – 10.5 kg / tahun.

  1. Tulang Pelvis

Selama pubertas terdapat peningkatan pada ukuran lebar pelvis daripada ukuran anteroposterior. Demikian pula bagian depan pelvis menjadi lebar dan lebih bulat.

  1. Organ – organ Reproduksi

Pada remaja perempuan tanda pubertas pertama pada umumnya adalah pertumbuhan payudara stadium 2 atau disebut breast bud yaitu terdiri dari penonjolan putting disertai pembesaran daerah ariola sekitar 8 – 12 tahun. Haid pertama (Menarche) terjadi pada stadium lanjut dari pubertas dan sangat bervariasi. Pada umur berapa masing – masing individu mengalaminya. Rata – rata pada umur 10.5 – 15.5 tahun, pada remaja juga terjadi tumbuhnya rambut pubis dan pada aksila (Soetjiningsih, dikutip oleh Martiani, 2009)

2.2.4.      Ciri – Ciri Seks Pada Remaja Putri

  1. Ciri seks sekunder remaja putri

1).      Panggul menjadi lebar dan bulat

2).      Payudara berkembang

3).      Rambut kemaluan timbul

4).      Kulit menjadi kasar dan tebal

5).      Kelenjar keringat & kelenjar lemak menjadi lebih aktif

  1. Ciri Seks Primer Remaja Putri

1).      Jika remaja perempuan, sudah mengalami menarche maka remaja tersebut dikatakan sudah dapat melakukan fungsi reproduksi

2).      Menstruasi yang pertama ini menandakan bahwa remaja sudah punya mampu untuk hamil jika melakukan hubungan  seksual (Whandhi, 2008)

2.2.5.      Tugas Perkembangan Remaja

Setiap tahap perkembangan remaja akan terdapat tantangan dan kesulitan – kesulitan yang membutuhkan suatu ketrampilan untuk mengatasinya. Pada masa remaja, mereka dihadapkan pada dua tugas utama, yaitu ; mencapai ukuran kebebasan atau kemandirian dari orang tua dan membentuk identitas untuk tercapainya integrasi diri dan kematangan mandiri.

  1. Kebebasan dan Ketergantungan

Pada masa remaja sering terjadi adanya kesenjangan dan konflik antara remaja dengan orang tuanya. Pada saat ini ikatan emosional menjadi berkurang dan remaja sangat membutuhkan kebasan emosional dari orang tua, misalnya dalam hal memilih teman ataupun melakukan aktivitas. Dalam perkembangan menuju kedewasaan, remaja berangsur-angsur mengalami perubahan yang membutuhkan kedua kemampuan yaitu kebebasan dan ketergantungan secara bersama-sama.

  1. Pembentukan identitas diri

Proses pembentukan identitas diri adalah merupakan proses yang panjang dan kompleks, yang memulihkan kontinuitas dari masa lalu. Pada masa remaja, seorang remaja akan berusaha melepaskan diri dari lingkungan dan ikatan dengan orang tua karena mereka ingin mencari identitas diri.

Menurut Erick Erikson Identitas diri dikarakteristikkan sebagai pencapaian suatu realitas diri sepenuhnya dalam kehidupan sosialnya, suatu rasa tentang diri yang saling berkaitan dan berkelanjutan, ditempuh dalam jangka waktu yang sangat lama. Dasarnya lebih bersifat psikologikal, sehingga dapat dirubah atau diganti standarnya.

1). Diffusion status yaitu suatu keadaan dimana seseorang kehilangan arah, dia tidak melakukan eksplorasi dan tidak mempunyai komitmen terhadap peran-peran tertentu, sehingga mereka tidak dapat menemukan identitas dirinya.

2). Foreclosure Status yaitu suatu keadaan dimana seseorang dapat menemukan identitas diri dan mempunyai komitmen namun tanpa melalui eksplorasi terlebih dahulu.

3). Moratorium Status yaitu suatu keadaan yang menggambarkan seseorang sedang sibuk-sibuknya mencari identitas diri.

4). Identity Achievement yaitu suatu keadaan dimana seseorang telah menemukan identitasnya dan membuat komitmen-komitmen setelah melalui eksplorasi terlebih dahulu.

Secara gari besar terdapat tiga hal yang mendukung pembentukan Status Identitas Diri Remaja :

1). Keyakinan dan kemantapan bahwa ia mendapat dukungan orang tua

2). Mengembangkan rasa untuk ingin bekerja dan mandiri

3). Mampu mencapai prospektif dan pandangan refleksi diri terhadap masa depannya

2.2.6.      Perkembangan Kognitif Remaja

Adalimaperubahan kognitif yaitu :

  1. Remaja sudah bias melihat ke depan (future) ke hal-hal yang mungkin, termasuk mengerti keterbatasannya dalam memahami realita
  2. Remaja mampu berfikir abstrak. Kemampuan ini  berdampak dan dapat diaplikasikan dalam proses penalaran dan berfikir logis
  3. Remaja mulai berfikir lebih sering tentang berfikir itu sendiri
  4. Pemikirannya lebih multidimensional dibandingkan singular
  5. Remaja mengerti hal-hal yang bersifat relative

2.3.       Konsep Disminore

2.3.1.      Pengertian Dismenore

Disminore merupakan salah satu keluhan ginekologi yang paling umum pada wanita dan hampir semua wanita mengalami sensasi tidak nyaman selama haid, rasa tidak enak di perut bagian bawah, punggung bawah bahkan sampai paha. Nyeri ini timbul bersamaan dengan haid, sebelum haid atau bisa juga segera setelah haid (Widjajanto, 1999 dikutip dalam Arya, 2010). Manuaba (2001) mendifinisikan disminore sebagai sakit atau nyeri yang dirasakan saat menstruasi yang mengakibatkan aktifitas sehari- hari menjadi terganggu.

2.3.2.      Pembagian Disminore

Menurut Syaifudin (1999, dikutip dalam Arya, 2010), disminore dibagi menjadi :

  1. Disminore primer

Disminore primer adalah rasa nyeri haid yang dijumpai tanpa adanya kelainan pada alat reproduksi yang nyata. Disminore primer terjadi beberapa waktu setelah menarche, biasanya setelah 12 bulan. Pada siklus haid bulan- bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulatoir yang tidak disertai rasa nyeri. Rasa nyeri timbul sebelumnya atau beberapa jam. Sifat rasa nyeri adalah berjangkit- jangkit, biasanya terbatas pada perut bawah, tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. Bersamaan rasa nyeri dapat dijumpai rasa mual, muntah, sakit kepala, diare, iritabilitas, dan sebagainya. Pembagian klinis disminore (Manuaba, 1999 dikutip dalam Arya, 2010) yaitu :

1).      Ringan : Berlangsung beberapa saat dan dapat melanjutkan kerja / aktivitas sehari-hari.

2).      Sedang : Diperlukan obat penghilang rasa nyeri, tanpa perlu meninggalkan kerja / aktivitas.

3).      Berat : Perlu istirahat beberapa hari dan dapat disertai rasa sakit kepala, pinggang, diare dan rasa tertekan.

  1. Disminore sekunder

Disminore sekunder disebabkan oleh penyebab organik yang bisa didentifikasi. Disminore bisa disebabkan oleh adenomiosis, polip, endometriosis, atau infeksi.

2.3.3.      Penyebab Disminore

Menurut Wiknjosastro (1999 dikutip dalam Arya, 2010), beberapa faktor memegang peranan sebagai penyebab disminore primer, antara lain :

  1. Faktor kejiwaan

Pada gadis yang secara emosional tidak stabil mudah timbul disminore. Apalagi jika mereka tidak mendapat penerangan yang baik tentang proses haid.

  1. Faktor konstitusi

Faktor ini erat hubungannya dengan faktor tersebut di atas, dapat juga menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri. Faktor – faktor ini seperti anemia, penyakit menular, dan sebagainya.

  1. Faktor obstruksi kanalis servikalis

Salah satu teori paling tua untuk menerangkan terjadinya disminore primer adalah stenosis kanalis servikalis, akan tetapi hal ini sekarang tidak dianggap sebagai faktor yang penting sebagai penyebab disminore.

  1. Faktor endokrin

Pada mulanya ada anggapan bahwa kejang yang terjadi pada disminore primer disebabkan oleh kontraksi uterus yang berlebihan. Faktor endokrin mempunyai hubungan dengan soal tonus dan kontraktifitas otot usus (Winkjosastro, 1999 dikutip dalam Arya, 2010) menyatakan bahwa endometrium dalam fase sekresi memproduksi prostaglandin yang menyebabkan kontraksi otot- otot polos. Jika jumlah prostaglandin yang berlebihan dilepaskan dalam peredaran darah, maka selain disminore, dijumpai pula efek umum seperti diare, nausea, muntah.

  1. Faktor Alergi

Teori ini dikemukakan setelah memperhatinkan adanya asosiasi antara disminore dengan urtikaria, migraine, atau asma bronkhiale.

2.3.4.      Upaya penanganan disminore

Upaya penanganan merupakan suatu cara atau ikhtiar yang dilakukan oleh seseorang untuk mengatasi atau menangani suatu persoalan atau masalah (Poerwadarminta, 2000 dikutip dalam Arya, 2010). Upaya penanganan keadaan disminore (Syaifudin, 1999 dikutip dalam Arya, 2010), yaitu :

  1. Pola hidup sehat

Dimana dengan menerapkan pola hidup sehat dapat membantu dalam upaya menangani gangguan menstruasi khususnya disminore, yang termasuk dalam pola hidup sehat yaitu olah raga secara teratur, mempertahankan diit seimbang seperti buah, sayuran hijau, kacang-kacangan. daging serta menerapkan istirahat yang cukup.

  1. Pemberian obat analgetik

Dewasa ini banyak beredar obat- obat analgetik yang dapat diberikan sebagai terapi simptomatik, jika rasa nyerinya berat, diperlukan istirahat di tempat tidur.

  1. Terapi hormonal

Mempunyai tujuan terapi hormonal ialah untuk menekan ovulasi. Tindakan ini bersifat sementara dengan maksud membukakan bahwa gangguan benar- benar disminore primer atau untuk memungkinkan penderita melaksanakan pekerjaan penting pada waktu haid tanpa gangguan. Tujuan ini dapat dicapai dengan pemberian salah satu jenis pil kombinasi kontrasepsi.

  1. Terapi dengan obat nonsteroid antiprostaglandin

Terapi dengan obat nonsteroid antiprostaglandin memegang peranan yang semakin penting terhadap disminore primer termasuk di indometasin, ibuprofein, dan naproksen. Kurang lebih 70% penderita dapat disembuhkan atau mengalami banyak perbaikan. Hendaknya pengobatan diberikan sebelum haid mulai 1 sampai 5 hari sebelum haid dan pada hari pertama haid.
Selain cara di atas, ada beberapa cara pengobatan yang biasa dilakukan untuk menghilangkan atau membantu mengurangi nyeri haid yang mengganggu yaitu :

1). Saat nyeri datang, mengkompres dengan menggunakan air hangat di daerah perut bagian bawah.

2). Meningkatkan taraf kesehatan untuk mengurangi sensitivikasi terhadap nyeri, misalnya dengan olah raga secara teratur untuk meningkatkan hormone endorphin yang berperan sebagai natural pain killer. Bisa juga dengan menyediakan waktu untuk istirahat agar tubuh tidak terlalu rentan terhadap nyeri.

3). Apabila nyeri cukup mengganggu dapat mengkonsumsi obat- obatan analgetik yang dijual secara bebas tetapi harus memperhatikan efek samping terhadap lambung.

4). Apabila disminore sangat mengganggu aktivitas atau jika nyeri muncul saat usia dewasa dan sebelumnya tidak pernah merasakannya, maka harus pergi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan, jika yang terjadi adalah disminore sekunder.

2.4.       Konsep Obat Pereda Nyeri

2.4.1.      Definisi obat pereda nyeri

Menurut pengertian umum, obat dapat didefinisikan sebagai bahan yang menyebabkan perubahan dalam fungsi biologis melalui proses kimia. Sedangkan definisi yang lengkap, obat adalah bahan atau campuran bahan yang digunakan (1) pengobatan, peredaan, pencegahan atau diagnosa suatu penyakit, kelainan fisik atau gejala-gejalanya atau (2) dalam pemulihan, perbaikan atau pengubahan fungsi organik. Obat dapat merupakan bahan yang disintesis di dalam tubuh (misalnya : hormon, vitamin D) atau merupakan merupakan bahan-bahan kimia yang tidak disintesis di dalam tubuh (Phapros, 2006).

Nyeri merupakan Perasaan tidak nyaman, baik ringan maupun berat.yang hanya dapat dirasakan oleh individu tersebut tanpa dapat dirasakan oleh orang lain, mencakup pola fikir, aktifitas seseorang secara langsung, dan perubahan hidup seseorang. Nyeri merupakan tanda dan gejala penting yang dapat menunjukkan telah terjadinya gangguan fisiologikal (Irman, 2007).

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwasanya obat pereda nyeri disminorea merupakan kombinasi beberapa jenis obat kimia yang digunakan untuk menurunkan / meredakan rasa yang tidak nyaman yang diakibatkan karena terjadinya disminore pada saat menstruasi

2.4.2.      Kandungan obat pereda nyeri

Beberapa obat pereda nyeri menstruasi (disminore) yang sering dikonsumsi oleh remaja putri dan ibu-ibu diantaranya adalah :

  1. Paracetamol

Paracetamol adalah derivat p-aminofenol yang mempunyai sifat antipiretik/analgesik. Sifat antipiretik disebabkan oleh gugus aminobenzen dan mekanismenya diduga berdasarkan efek sentral. Sifat analgesik parasetamol dapat menghilangkan rasa nyeri ringan sampai sedang. Sifat antiinflamasinya sangat lemah sehingga sehingga tidak digunakan sebagai antirematik. Paracetamol dapat digunakan sebagai antipiretik/analgesik, termasuk bagi pasien yang tidak tahan asetosal. Sebagai analgesik, misalnya untuk mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, sakit gigi, sakit waktu haid dan sakit pada otot.menurunkan demam pada influenza dan setelah vaksinasi (Indofarma, 2010).

  1. Asam mefenamat

Asam mefenamat adalah termasuk obat pereda nyeri yang digolongkan sebagai NSAID (Non Steroidal Antiinflammatory Drugs). Asam mefenamat biasa digunakan untuk mengatasi berbagai jenis rasa nyeri, namun lebih sering diresepkan untuk mengatasi sakit gigi, nyeri otot, nyeri sendi dan sakit ketika atau menjelang haid. Seperti juga obat lain, tentunya asam mefenamat dapat menyebabkan efek samping. Contoh yang sering terjadi adalah merangsang dan merusak lambung. Sebab itu, asam mefenamat sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang mengidap gangguan lambung,dan sebaiknya diberikan pada saat lambung tidak dalam kondisi kosong atau setelah makan (Admin, 2010).

Asam mefenamat dapat menghilangkan nyeri akut dan kronik, ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer, termasuk nyeri karena trauma, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri sehabis operasi, nyeri pada persalinan. Asam mefenamat digunakan melalui mulut (per oral), dan sebaiknya dikonsumsi sewaktu makan. Untuk dewasa dan anak di atas 14 tahun dosis awal yang dianjurkan 500 mg kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam. Untuk penanganan dismenore, 500 mg 3 kali sehari, diberikan pada saat mulai menstruasi ataupun sakit dan dilanjutkan selama 2-3 hari. Asam mefenamat akan bereaksi dengan Obat-obat anti koagulan oral seperti warfarin; asetosal (aspirin) dan insulin (Admin, 2010).

  1. Feminax

Feminax merupakan kombinasi paracetamol yang merupakan analgetika dan extrax hiosiami yang merupakan spasmolitika dalam Feminax. Feminax dimaksudkan untuk mengurangi rasa nyeri, pening, dan mulas yang timbul pada waktu haid dan untuk mengurangi rasa sakit pada waktu haid (Dismenorea) dan pada kolik (Admin, 2009).

  1. Ibuprofen

Ibuprofen adalah sejenis obat yang tergolong dalam kelompok antiperadangan non-steroid (nonsteroidal anti-inflammatory drug) dan digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat artritis. Ibuprofen juga tergolong dalam kelompok analgesik dan antipiretik. Obat ini dijual dengan merk dagang Advil, Motrin, Nuprin, dan Brufen. Ibuprofen selalu digunakan sebagai obat sakit kepala. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengurangi sakit otot, nyeri haid, selesma, flu dan sakit selepas pembedahan. Nama kimia ibuprofen ialah asam 2-(4-isobutil-fenil)-propionat. Ibuprofen ada dalam dua enantiomer. Hanya S-ibuprofen saja yang digunakan sebagai penahan sakit. Aktivitas analgesik (penahan rasa sakit) Ibuprofen bekerja dengan cara menghentikan Enzim Sikloosigenase yang berimbas pada terhambatnya pula sintesis Prostaglandin yaitu suatu zat yang bekerja pada ujung-ujung syaraf yang sakit. Aktivitas antipiretik (penurun panas) Ibuprofen bekerja di hipotalamus dengan meningkatkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan aliran darah piretik (Wikipedia, 2011). Ibuprofen tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil dan menyusui (Medikastore, 2006).

2.4.3.      Kontraindikasi obat pereda nyeri

  1. Paracetamol

Hipersensitif terhadap parasetamol dan defisiensi glokose-6-fosfat dehidroganase.tidak boleh digunakan pada penderita dengan gangguan fungsi hati (Indofarma, 2010).

  1. Asam mefenamat

Efek samping penggunaan asam mefenamat diantaranya dapat terjadi gangguan saluran cerna, antara lain iritasi lambung, kolik usus, mual, muntah dan diare, rasa mengantuk, pusing, sakit kepala, penglihatan kabur, vertigo, dispepsia. Pada penggunaan terus-menerus dengan dosis 2000 mg atau lebih sehari dapat mengakibatkan agranulositosis dan anemia hemolitik. Kontraindikasi yang mungkin terjadi yaitu penggunaan asam mefenamat pada penderita tukak lambung, radang usus, gangguan ginjal, asma dan hipersensitif terhadap asam mefenamat. Pemakaian secara hati-hati harus diperhatikan pada penderita penyakit ginjal atau hati dan peradangan saluran cerna (Admin, 2010).

  1. Feminax

Penggunaan dalam jangka waktu lama pada penderita hati dan ginjal (Admin, 2009).

  1. Ibuprofen

Ibuprofen tampaknya memiliki insiden terendah gastrointestinal reaksi obat yang merugikan (ADR) dari semua NSAID non-selektif. Namun, ini hanya berlaku pada dosis rendah ibuprofen, sehingga persiapan over-the-counter ibuprofen umumnya diberi label untuk menyarankan dosis harian maksimum 1.200 mg. Efek samping yang umum termasuk: mual, dispepsia, ulserasi gastrointestinal / perdarahan, menaikkan enzim hati, diare, sembelit, epistaksis, sakit kepala, pusing, priapisme, ruam, retensi garam dan cairan, dan hipertensi. Efek samping jarang termasuk: ulserasi esofagus, gagal jantung, hiperkalemia, gangguan ginjal, kebingungan, dan bronkospasme. Namun, ini jarang terjadi dengan ibuprofen dan itu dianggap sebagai agen photosensitising sangat lemah bila dibandingkan dengan anggota lain dari kelas asam 2-arylpropionic. Hal ini karena molekul ibuprofen hanya berisi bagian fenil tunggal dan tidak ada konjugasi ikatan, sehingga sistem kromofor sangat lemah dan spektrum penyerapan sangat lemah yang tidak mencapai ke dalam spektrum matahari (Medikal News, 2011).

Seiring dengan beberapa NSAID lain, ibuprofen telah terlibat dalam mengangkat risiko infark miokard (serangan jantung), khususnya di antara mereka yang kronis dengan dosis tinggi. Ibuprofen tidak boleh digunakan secara teratur pada orang dengan penyakit usus inflamasi karena kemampuannya untuk menyebabkan perdarahan dan ulserasi lambung terbentuk dalam lapisan lambung. penghilang Nyeri seperti paracetemol / acetaminophen atau obat yang mengandung kodein (yang memperlambat aktivitas usus) adalah metode lebih aman daripada ibuprofen untuk menghilangkan rasa sakit dalam IBD. Ibuprofen juga diketahui menyebabkan memburuknya IBD selama masa terjadinya ledakan-up, sehingga harus dihindari sepenuhnya (Medikal News, 2011). Ibuprofen juga dapat menimbulkan mual, sakit lambung, dan gangguan pembekuan darah (Informasi Obat, 2008).

2.4.4.      Macam-macam obat pereda nyeri menstruasi

Ada banyak obat penghilang rasa sakit (painkiller/ analgesik), yang paling populer di antaranya adalah aspirin, paracetamol dan ibuprofen. Masing-masing lebih efektif dibandingkan yang lain dalam mengurangi rasa sakit pada kondisi yang berbeda-beda, antara lain tergantung pada sifat dan penyebab rasa sakit, usia dan riwayat medis pasien (Majalahkesehatan, 2010).

Pada dasarnya ada dua jenis obat OTC pereda nyeri, yaitu yang mengandung acetaminophen atau paracetamol dan yang mengandung non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Obat ini digunakan untuk meredakan rasa sakit dan nyeri minor yang berkaitan dengan sakit kepala, demam, flu, artritis, sakit gigi, kram menstruasi, dan migren (Kaskus, 2010). Dalam artikel yang ditulis di Majalah Kesehatan (2010), beberapa macam obat pereda nyeri haid diantaranya adalah :

1.        Aspirin

Aspirin merupakan jenis pereda sakit paling tua yang telah beredar di pasar lebih dari 100 tahun. Untuk sakit kepala, nyeri menstruasi, atau sakit gigi, banyak orang  yang mengandalkan aspirin untuk mengurangi rasa sakit. Aspirin juga diandalkan sebagai obat pasca stroke. Aspirin memang manjur pada sebagian besar kondisi, tetapi tidak cocok untuk semua pasien. Anak-anak di bawah dua belas tahun dan wanita hamil tidak disarankan meminum aspirin. Untuk rasa nyeri akibat pendarahan, aspirin juga tidak disarankan karena efeknya dalam mengencerkan darah sehingga dapat memperparah pendarahan.

2.        Paracetamol

Paracetamol sangat populer terutama untuk meringankan gejala  pilek dan flu. Paracetamol dapat mengurangi sakit kepala, nyeri tubuh dan demam pada anak-anak maupun dewasa. Dokter juga meresepkannya selama kehamilan. Namun, dosis yang diberikan harus tepat karena dapat menimbulkan keracunan bila berlebihan. Anak-anak atau orang dengan kelainan fungsi hati dan ginjal harus mendapatkan takaran paracetamol yang tepat.

3.        Ibuprofen

Ibuprofen dapat mengurangi demam dan rasa sakit ringan sampai sedang. Bila diberikan sebagai sirup, ibuprofen juga bermanfaat untuk anak-anak. Wanita hamil tidak disarankan mengkonsumsi ibuprofen karena diduga dapat membahayakan pembuluh arteri janin, menimbulkan edema dan menghambat kontraksi sehingga menunda kelahiran anak. Penggunaan ibuprofen harus diusahakan dalam dosis terkecil yang memungkinkan. Pada orang dewasa, dosis maksimum harian ibuprofen adalah 1200 mg. Dosis yang lebih banyak tidak lebih baik dalam mengurangi sakit dan demam. Orang-orang tua (lansia) memerlukan dosis yang lebih rendah karena metabolisme tubuh mereka tidak lagi bekerja cepat sehingga mereka cenderung mempertahankan obat penghilang rasa sakit lebih lama dalam tubuh.

4.        Acetaminophen

Acetaminophen adalah pereda nyeri dan penurun panas yang paling umum digunakan. Pemakaian bahan ini dalam jumlah berlebih bisa menyebabkan kerusakan hati. Resiko kerusakan hati bisa meningkat karena konsumsi alkohol selama pemakaian obat yang mengandung acetaminophen. Tanda-tanda atau gejala gangguan hati antara lain warna mata dan kulit berubah menjadi kuning, urin berwarna lebih gelap, feses berwarna lebih terang, mual, muntah dan kehilangan nafsu makan. Tanda yang terjadi bisa mirip dengan gejala flu hingga tidak diketahui selama beberapa hari karena pasien beranggapan itu adalah gejala penyakit awal yang ingin diobati. Gangguan yang lebih serius bisa berupa gangguan mental, koma, dan bahkan kematian (Kaskus, 2010).

5.        NSAID

NSAID juga sering digunakan sebagai pereda nyeri dan penurun panas. Contoh obat dari golongan ini antara lain aspirin, ibuprofen, naproxen sodium, dan ketoprofen. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko pendarahan lambung selama pemakaian obat ini, antara lain usia di atas 60 tahun, penggunaan obat pengencer darah, sebelumnya telah memiliki tukak lambung atau masalah pendarahan yang lain. Jika ada faktor resiko tersebut sebaiknya pasien memberitahukan kepada dokter sebelum pemakaian NSAID. NSAID juga bisa menyebabkan gangguan ginjal, yang faktor resikonya bisa meningkat pada pasien yang berusia di atas 60 tahun, pasien dengan tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau sebelumnya mengidap gangguan ginjal, dan/atau pasien yang menggunakan obat diuretic (Kaskus, 2010).

6.        Kombinasi

Beberapa obat menggabungkan beberapa zat aktif, misalnya aspirin dicampur dengan paracetamol. Kafein kadang-kadang juga ditambahkan. Apakah kombinasi produk itu membantu meredakan nyeri lebih baik dibandingkan dengan pemberian secara terpisah, tidak selalu terbukti secara ilmiah. Kafein mungkin berkhasiat bagi penderita migrain, namun tidak untuk rasa sakit dari sumber lain. Kafein bahkan dapat menimbulkan efek ketagihan obat.

Obat pereda nyeri aman dan efektif jika digunakan secara benar. Jutaan orang menggunakan obat ini setiap hari. Pemakaian tidak sesuai anjuran yang tertera pada label bisa menyebabkan akibat yang serius.
Satu hal yang perlu diperhatikan selama pemakaian obat over-the-counter (OTC) adalah label yang memuat daftar isi bahan aktif. Banyak obat OTC yang dijual untuk pemakaian berbeda namun memiliki bahan aktif yang sama. Bukan itu saja, bahan aktif dalam OTC juga bisa ditemui dalam obat resep. Misalnya, obat batuk dan flu bisa mengandung bahan aktif yang sama dengan obat sakit kepala atau obat resep untuk penghilang rasa sakit (Kaskus, 2010).

2.5.       Kerangka Konsep

Kerangka konsep merupakan justifikasi ilmiah terhadap penelitian yang dilakukan dan memberi landasan kuat terhadap topik yang dipilih sesuai dengan identifikasi masalahnya serta harus didukung landasan teori yang kuat serta ditunjang oleh informasi yang bersumber pada berbagai laporan ilmiah, hasil penelitian, jurnal penelitian dan lain-lain (Alimul, 2008)

Keterangan :

: Diteliti

: Tidak diteliti

Gambar 2.1.    Kerangka konsep penelitian pengetahuan remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi di SMA Negeri 3 Bojonegoro

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

3.1.       Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan rencana penelitian yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian (Setiadi, 2007). Rancangan penelitian atau desain penelitian adalah sesuatu yang sangat penting dalam penelitian yang memungkinkan pengontrolan maksimal beberapa faktor yang mempengaruhi akurasi suatu hasil (Nursalam, 2008).

Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendiskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa penting yang terjadi yang dilakukan secara sistematis dan lebih menekankan pada data faktual daripada penyimpulan (Nursalam, 2008).

3.2.       Kerangka Kerja

Kerangka kerja adalah gabungan atau menghubungkan beberapa teori sehingga membentuk sebuah pola pikir penelitian yang akan dilakukan dan lazimnya berbentuk skema (Suyanto dan Ummi Salamah, 2009)

Sampel

Seluruh siswi putri kelas II di  SMA Negeri 3 Bojonegoro 174 siswi

Sampling

Nonprobability sampling – Total sampling

Pengumpulan Data

Kuesioner

Analisa Data

Editing, Coding, Scoring dan Tabulating

Penyajian Hasil

Penyajian hasil penelitian menggunakan diagram batang

Simpulan dan Saran

Gambar 3.1.    Kerangka kerja penelitian pengetahuan remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi di SMA Negeri 3 Bojonegoro

3.3.       Sampling Desain

3.3.1.      Populasi

Populasi adalah keseluruhan dari variabel yang menyangkut masalah yang diteliti baik berupa orang, kejadian, perilaku atau sesuatu lain yang akan dilakukan penelitian (Nursalam dan Pariani, 2001). Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian (Suyanto dan Ummi Salamah, 2009). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi putri kelas II di  SMA Negeri 3 Bojonegoro 174 siswi

3.3.2.      Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut dan harus representatif (mewakili populasi) (Sugiyono, 2008). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswi putri kelas II di  SMA Negeri 3 Bojonegoro 174 siswi.

3.3.3.      Sampling

Sampling adalah suatu proses dalam menyeleksi porsi dari suatu populasi untuk dapat mewakili populasi (Nursalam dan Pariani, 2001). Teknik sampling merupakan suatu proses seleksi sampel yang digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada sehingga jumlah sampel akan mewakili keseluruhan populasi yang ada (Alimul, 2008)

Dalam penelitian ini tehnik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling. Nonprobability sampling adalah tehnik pengambilan sampel dimana semua subjek dalam populasi mempunyai kesempatan untuk terpilih atau tidak terpilih sebagai sampel (Nursalam, 2008). Sedangkan untuk jenis sampling yang digunakan adalah total sampling. Total sampling / sampling jenuh adalah tehnik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2010).

3.4.       Identifikasi Variabel

Variabel adalah ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu kelompok yang berbeda yang diteliti oleh kelompok lain (Notoatmodjo, 2005). Variabel penelitian adalah ciri atau ukuran yang melekat pada obyek penelitian baik bersifat fisik (nyata) atau psikis (tidak nyata). Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki oleh satuan penelitian dari sebuah teori. Variabel penelitian adalah konsep atau teori yang dapat diukur (measurable) atau diamati (observable) (Suyanto dan Ummi Salamah, 2009). Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi di SMA Negeri 3 Bojonegoro.

3.5.       Definisi Operasional

Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati sehingga memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu obyek atau fenomena dimana penentuannya berdasarkan parameter yang dijadikan ukuran dalam penelitian untuk diukur dan ditentukan karakteristiknya (Alimul, 2008).

Tabel 3.1    Definisi operasional penelitian pengetahuan remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi di SMA Negeri 3 Bojonegoro

Variabel

Definisi Operasional

Indikator

Alat Ukur

Skala Data

Skor

Pengetahuan remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi

Hasil tahu remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi yang  didapatkan dari pendidikan formal, berita maupun yang lainnya

  1. Definisi obat pereda nyeri
  2. Jenis dan kandungan obat pereda nyeri
  3. Kontraindikasi obat pereda nyeri
  4. Macam-macam obat pereda nyeri haid

Kuesi-oner

Ordi-nal

Jawaban benar = 1

Jawaban salah  = 0

Kriteria pengetahuan :

Baik       :

76% – 100%

Cukup   :

56% – 75%

Kurang  :

< 56%

(Nursalam, 2008)

3.6.       Pengumpulan dan Analisa Data

3.6.1.      Pengumpulan data

  1. Proses pengumpulan data

Dalam pengumpulan data, peneliti terlebih dahulu mengajukan ijin untuk melakukan penelitian di tempat penelitian. Dalam melakukan ini, peneliti mengajukan permohonan ijin kepada Ketua Stikes Dian Husada Mojokerto. Setelah mendapatkan ijin dari Ketua Stikes Dian Husada Mojokerto, kemudian permohonan penelitian diajukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Bojonegoro. Setelah mendapatkan balasan atau ijin untuk melakukan penelitian, peneliti mendatangi tempat penelitian dan menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian yang akan dilakukan tersebut kemudian peneliti melakukan kegiatan penelitian.

  1. Instrumen pengumpulan data

Instrumen penelitian adalah alat bantu penelitian yang digunakan untuk melakukan proses pengumpulan data (Setiadi, 2007). Dalam penelitian ini instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang responden ketahui. Kuesioner tertutup adalah jenis instrumen penelitian yang tidak memberikan kesempatan kepada responden untuk memberikan jawaban selain yang disediakan dan untuk mempermudah dalam melakukan perhitungan dan pengkategorian (Setiadi, 2007)

  1. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2011. Penelitian ini dilakukan di  SMA Negeri 3 Bojonegoro.

3.6.2.      Analisa data

Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, perlu segera dilakukan pengolahan data. Secara garis besar pekerjaan analisa menurut Arikunto (2006) meliputi :

  1. Editing

Kegiatan penelitian yang dilakukan dalam langkah persiapan ini diantaranya adalah :

1). Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi.

2). Mengecek kelengkapan data dalam artian memeriksa isi instrumen pengumpulan data.

3). Mengecek macam isian data.

Tahapan persiapan data ini harus dilakukan dengan maksud agar data rapi dan siap untuk dilakukan pengolahan lebih lanjut.

  1. Coding

Kegiatan penelitian yang dilakukan dalam tahapan ini adalah memberikan kode untuk mempermudah dalam melakukan tabulasi. Coding dilakukan peneliti kepada data umum penelitian yang didapatkan dari lembar kuesioner

  1. Scoring

Menjumlahkan atau scoring adalah adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjumlahkan semua jawaban dari responden untuk kemudian dilakukan pengklasifikasian atas jawaban (Setiadi, 2007). Untuk jawaban benar diberikan nilai 1 (satu) dan untuk jawaban salah diberikan nilai nol (0).

Setelah kuesioner diklasifikasikan dan dimasukkan dalam tabel distribusi frekuensi, selanjutnya data ditabulasi dan dikelompokkan sesuai dengan sub variabel yang diteliti, jawaban responden dijumlah dan dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan, kemudian dikalikan 100% dan hasilnya berupa Persentase (Arikunto, 1998). Adapun rumus yang digunakan adalah :

P =   x 100%

Keterangan :

P = Persentase skor sub variabel

X = Skor yang didapat

N = Skor tertinggi     (Nursalam, 2008 ; 236)

  1. Tabulating (tabulasi)

Penentuan pengetahuan remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi di SMA Negeri 3 Bojonegoro ditentukan dengan kriteria :

  1. Pengetahuan baik         = 76 – 100 %
  2. Pengetahuan cukup      = 56 – 75 %
  3. Pengetahuan kurang    = < 56 %      (Nursalam, 2008)

Setelah didapatkan kriteria pengetahuan remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi di SMA Negeri 3 Bojonegoro, kemudian data diinterpretasikan dalam Persentase. Menurut Arikunto (2006 dikutip dalam UPI, 2009), penulisan dibagi menjadi :

  1. Seluruhnya                = 100%
  2. Pada umumnya         = 76% – 99%
  3. Sebagian besar          = 51% – 75%
  4. Setengahnya             = 50%
  5. Hampir setengahnya = 26% – 49%
  6. Sebagian kecil           = 1% – 25%
  7. Tidak ada                  = 0%

Setelah data diolah selanjutnya data disajikan sebagai hasil penelitian dalam bentuk tabel distribusi frekuensi sesuai dengan klasifikasi / indikator masing-masing. Penyajian dalam bentuk angka (data numerik) yang disusun dalam kolom dan baris dengan tujuan menunjukkan frekuensi kejadian dalam kategori yang berbeda (Setiadi, 2007).

3.7.       Etika Penelitian

Etika penelitian adalah masalah yang sangat penting dalam penelitian. Menurut Hidayat (2008) etika penelitian meliputi :

3.7.1.      Lembar Persetujuan Responden (Informed Consent)

Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian dengan tujuan agar responden mengerti maksud dan tujuan penelitian. Jika responden bersedia, maka responden diberikan sebuah lembar pernyataan yang telah disiapkan oleh peneliti dan kemudian untuk ditandatangani oleh responden penelitian.

3.7.2.      Tanpa Nama (Anominity)

Untuk menjaga kerahasiaan responden penelitian, peneliti tidak mencatumkan nama responden penelitian baik di alat ukur (kuesioner) maupun lembar penyajian hasil penelitian.

3.7.3.      Kerahasiaan (Confidentiality)

Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil penelitian.

3.8.       Keterbatasan Penelitian

3.8.1.                         Instrumen penelitian

Instumen pengumpulan data disusun sendiri oleh peneliti sehingga hasil penelitian masih belum dapat dikatakan sempurna

3.8.2.                         Jumlah responden

Responden dalam penelitian ini hanya dari siswi kelas 2 sehingga hasil penelitian masih belum merupakan generalisasi dari seluruh siswi putri di SMA negeri 3 Bojonegoro

3.8.3.                         Peneliti pemula

Peneliti belum berpengalaman, karena baru pertama kali melakukan penelitian sehingga masih banyak kekurangan dalam penelitian ini

BAB 4

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.       Hasil Penelitian

4.1.1.      Gambaran lokasi penelitian

SMA Negeri 3 Bojonegoro merupakan salah satu instansi pendidikan di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional Kabupaten Bojonegoro. SMA Negeri 3 Bojonegoro berdiri sejak tahun 1985. SMA Negeri 3 Bojonegoro beralamat di Jl. Monginsidi No. 9 Bojonegoro. SMA Negeri 3 Bojonegoro mempunyai 3 jurusan yaitu IPA, IPS dan Bahasa. Jumlah pimpinan sebanyak 7 orang, jumlah guru sebanyak 57 guru, dan staf penunjang sebanyak 10 orang. SMA Negeri 3 Bojonegoro memiliki 24 ruang kelas, 1 buah lab computer, 1 buah lab Bahasa Inggris, 1 Ruang UKS, 1 Ruang Guru, 1 Ruang BK dan 1 Ruang Kepala Sekolah. Jumlah siswa di tiap kelas rata-rata sebanyak 28 siswa putri dan putra. Selain itu di SMA Negeri 3 Bojonegoro juga memiliki 4 buah kantin sekolah, 1 gedung olahraga dan 1 buah musholla. Secara geografis, SMA Negeri 3 Bojonegoro berbatasan dengan :

Sebelah utara       : berbatasan dengan Tempat Pemotongan Kayu

Sebelah selatan    : berbatasan dengan Perumahan Tempat Pemotongan Kayu

Sebelah barat       : berbatasan dengan Desa Sukorejo

Sebelah timur      : berbatasan dengan Perhutani

44

4.1.2.      Data Umum

  1. Karakteristik responden berdasarkan umur

Gambar 4.1.    Karakteristik responden berdasarkan umur di SMA Negeri 3 Bojonegoro tahun 2011

Dari gambar 4.1. diatas, sebagian besar responden berumur 16 tahun yaitu sebanyak 116 responden (66,7%) dan sebagian kecil responden berumur 18 tahun yaitu sebanyak 9 responden (5,5%)

  1. Karakteristik responden berdasarkan perolehan informasi tentang menstruasi

Gambar 4.2.    Karakteristik responden berdasarkan perolehan informasi tentang menstruasi di SMA Negeri 3 Bojonegoro tahun 2011

Dari gambar 4.2. diatas, sebagian besar responden telah mendapatkan informasi tentang menstruasi yaitu sebanyak 111 responden (63,8%) dan hampir setengah responden belum mendapatkan informasi tentang menstruasi yaitu sebanyak 63 responden (36,2%)

  1. Karakteristik responden berdasarkan sumber informasi kesehatan

Gambar 4.3.    Karakteristik responden berdasarkan sumber informasi kesehatan di SMA Negeri 3 Bojonegoro tahun 2011

Dari gambar 4.3. diatas, sebagian besar responden mendapatkan informasi mengenai menstruasi dari media elektronik, televisi / radio dan internet yaitu sebanyak 106 responden (60,9%) dan sebagian kecil responden mendapatkan informasi mengenai menstruasi dari tenaga kesehatan, teman dan tetangga yaitu sebanyak 12 responden (6,9%)

4.1.3.      Data Khusus

  1. Karakteristik responden berdasarkan pengetahuan remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi

Gambar 4.4.    Karakteristik responden berdasarkan pengetahuan remaja putri (15 – 18) tahun tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi di SMA Negeri 3 Bojonegoro tahun 2011

Dari gambar 4.4. diatas, hampir setengah responden mempunyai pengetahuan yang cukup tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi yaitu sebanyak 83 responden (47,7%) dan sebagian kecil responden mempunyai pengetahuan yang kurang tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi yaitu sebanyak 39 responden (22,4%)

4.2.       Pembahasan

Dari hasil penelitian yang dilakukan, hampir setengah responden mempunyai pengetahuan yang cukup tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi yaitu sebanyak 83 responden (47,7%) dan sebagian kecil responden mempunyai pengetahuan yang kurang tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi yaitu sebanyak 39 responden (22,4%). Pengetahuan remaja putri tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi dipengaruhi oleh umur dan sumber informasi.

Dari gambar 4.1. diatas, sebagian besar responden berumur 16 tahun yaitu sebanyak 116 responden (66,7%). Hurlock (dalam Nursalam dan Pariani, 2001) mengemukakan bahwa usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. Semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan logis. Dalam penelitian ini remaja putri yang telah dewasa, akan lebih mengetahui tentang efek penggunaan obat pereda nyeri saat menstruasi. Semakin tinggi usia yang dimiliki oleh seorang siswa, maka pola pikir dari siswa tersebut secara tidak langsung akan lebih berkembang dan meningkat. Dengan usia yang cukup, maka seorang remaja putri akan lebih mengetahui tentang  jenis dan efek dari obat pereda nyeri menstruasi yang akan digunakan untuk mengatasi nyeri menstruasi yang dialaminya.

Dari gambar 4.3. diatas, sebagian besar responden mendapatkan informasi mengenai menstruasi dari media elektronik, televisi / radio dan internet yaitu sebanyak 106 responden (60,9%). Menurut George Terry (2005) informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna. Dalam detik.com (2010) menyebutkan bahwa televisi, koran, kadio dan media berita lainnya pastilah tak seupdate dan secepat Internet dalam menyebarkan berita. Dalam pemberitaan surat kabar maupun radio atau media komunikasi lainnya, berita yang seharusnya factual disampaikan secara obyektif cenderung dipengaruhi oleh sikap penulisannya, akibatnya berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang (Wawan dan Dewi, 2010). Selain usia, sumber informasi juga memberikan pengaruh terhadap pengetahuan remaja putri tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi. Dari data di atas responden banyak mengalami penyimpangan tentang informasi yang di dapat sehingga dapat mempengaruhi pengetahuan remaja putri tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi.

BAB 5

SIMPULAN DAN SARAN

5.1.       Simpulan

Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah responden mempunyai pengetahuan yang cukup tentang efek penggunaan obat pereda nyeri menstruasi yaitu sebanyak 83 responden (47,7%).

5.2.       Saran

5.2.1.                         Bagi institusi pendidikan

Diharapkan institusi pendidikan dapat menjalin kerjasama dengan instansi kesehatan ataupun tenaga kesehatan untuk dapat memberikan materi / informasi seputar kesehatan semisal efek obat pereda nyeri menstruasi agar siswi putri mengetahui efek dari masing-masing obat pereda nyeri menstruasi dan agar siswi putri tidak mengalami efek samping yang mungkin ditimbulkan akibat penggunaan obat pereda nyeri.

5.2.2.                         Bagi responden

Diharapkan agar remaja putri untuk lebih aktif dalam mendapatkan informasi mengenai efek obat pereda nyeri menstruasi agar tidak salah dalam pemilihan obat pereda nyeri yang digunakan untuk mengurangi efek nyeri dari menstruasi itu sendiri

50

5.2.3.                         Bagi peneliti selanjutnya

Diharapkan hasil penelitian yang dilakukan dapat dijadikan sebagai kajian pustaka untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai efek obat pereda nyeri menstruasi pada remaja putri

5.2.4.                         Bagi profesi kebidanan

Diharapkan profesi / tenaga kebidanan dapat menjalin kerjasama dengan pihak sekolah untuk memberikan konseling mengenai efek obat pereda nyeri menstruasi kepada siswi putri.

pengantar mutasi ranmor

Posted: 17th June 2011 by subijakto in Uncategorized

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAERAH xxxxxxxxxxxxx

RESORT xxxxxxxxxxxxx

Jalan xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx                           xxxxxxxxxxx,         Juni     2011

Nomor             :  B/          /VI/2011/SAT LANTAS

Klasifikasi       :  BIASA

          Kepada

Yth.   DIREKTUR LALU LINTAS

POLDA xxxxxxxxxx

di

xxxxxxxxxxxxxxx

Lampiran         :  Satu berkas

Perihal             :  Mutasi keluar

 

 

1.   Rujukan :

a.    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor.22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan;

b.    Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 tentang  jenis dan tarif atas jenis PNBP yang         berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia;

c.    Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1941/VI/2010 tanggal 24 Juni 2010 tentang pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 terhitung mulai tanggal 26 Juni 2010.

2.   Sehubungan dengan  rujukan  tersebut di atas, bersama ini  dikirimkan berkas mutasi kendaraan Bermotor dengan identitas sebagai berikut  :

a.   nomor registrasi                :  xxxxxxxxxxx;

b.   atas nama                          :  Suyanto;

c.   alamat                               :  xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx;

d.   merek                                :  Isuzu;

e.   type                                   :  TBR52 BFSR;

f.    jenis kendaraan                 :  Station Wagon;

g.   model                                :  Station Wagon;

h.   tahun pembuatan              :  1996;

i.    isi silinder                          :  02238 CC;

j.    nomor rangka/NIK/Vin    :  xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx;

k.   nomor mesin                     :  xxxxxxxxxxxxxxxxx

l.    warna                                :  Hijau Metalik;

m.  nomor stnk                        :  xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx;

n.   nomor BPKB                    :  xxxxxxxxxxxxxxxxxx

3.   Bahwa kendaraan bermotor dimaksud akan dimutasikan ke Sxxxxxxxxxxxx Alamat xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx atas nama Gaib Wijono.

4.   Demikian untuk menjadi maklum.

A.n. KEPALA KEPOLISIAN RESORT xxxxxxxxxxx

KASATLANTAS

Drs. Hxxxxxxxxxxx

AJUN KOMISARIS POLISI NRP 5xxxxxxxxxx

Tembusan:

Kapolres xxxxxxxxxxxxxx